KBEOnline.id – Setelah harga RAM dan SSD terus melonjak, sekarang giliran power supply (PSU) dan CPU cooler yang mulai menunjukkan tanda-tanda bakal naik. Di jalur distribusi komponen PC di China, sudah beredar surat internal yang bilang harga komponen ini bakal naik 6 sampai 10 persen dalam waktu dekat.
Suratnya datang dari Guangzhou Xinhongzheng Electronic Technology Co., Ltd. buat para agen distribusi. Intinya, mereka mengeluh soal biaya bahan baku yang makin mahal, terutama tembaga, perak, dan timah—semua bahan penting buat produksi PSU dan CPU cooler. Akibatnya, sejak 6 Januari, pemasok sudah berhenti menerima pesanan dengan harga lama dan sekarang langsung pakai harga baru buat semua orderan berikutnya.
Dalam dokumen itu juga dijelaskan, kenaikan harga ada di level “mid single digit”. Mereka juga mendorong para mitra buat segera order selama Januari, karena stok dan prioritas pengiriman jadi faktor penentu. Artinya, nggak semua pembeli pasti kebagian barang.
Baca Juga:Dugaan Kebocoran Data Instagram Bikin Heboh, Meta Akhirnya Buka SuaraDeveloper Baldur’s Gate 3: AI Boleh Bantu, Tapi Bukan Buat Hasil Akhir
Situasinya makin ketat karena mulai 1 Februari, semua promo bakal dihentikan. Begitu harga masuk ke fase yang mereka sebut “normal”, lebih dari 90 persen produk katanya bakal kena penyesuaian harga lagi—masih di kisaran persentase yang sama. Pengaruh ke harga ritel nanti bisa beda-beda, tergantung jalur distribusi dan kebijakan brand masing-masing.
Media teknologi di China juga berpendapat, harga di pasaran bisa naik lebih tinggi dari perkiraan, apalagi kalau pabrik memprioritaskan kontrak tertentu dan stok jadi nggak merata. Tapi, jujur saja, kabar ini masih perlu disikapi hati-hati. Belum ada verifikasi independen, dan belum jelas juga apakah perusahaan ini benar-benar terhubung langsung ke brand besar PSU atau CPU cooler.
Jadi, untuk sekarang, anggap saja info ini sebagai sinyal awal kalau ada tekanan harga di level distributor, bukan pengumuman resmi yang mewakili seluruh industri komponen PC. (*)
