KBEOnline.id – Larian Studios akhirnya buka suara soal penggunaan AI di tengah panasnya perdebatan industri game. Studio yang melahirkan Divinity dan Baldur’s Gate 3 ini nggak main-main: mereka bilang tegas, AI nggak akan dipakai buat concept art atau nulis apapun di Divinity terbaru.
Awalnya, isu ini meledak gara-gara CEO Larian, Swen Vincke, sempat bilang ke Bloomberg kalau timnya memang menggunakan AI generatif, tapi cuma di tahap awal banget pengembangan. Paling mentok, buat eksplorasi ide, presentasi internal, concept art kasar, sama teks placeholder. Vincke udah berkali-kali bilang, nggak ada konten AI yang lolos ke versi final game. Tapi, pernyataannya keburu bikin heboh di media sosial.
Banyak pemain tetap resah, walaupun AI cuma dipakai di fase konsep. Ada yang merasa, peran kreator manusia tetap tersingkir. Vincke pun akhirnya bicara blak-blakan. Dia bilang, Larian punya puluhan seniman profesional dan semua concept art final murni hasil tangan manusia. AI cuma dipakai buat eksplorasi visual awal, titik.
Baca Juga:Game Horor Baru dari Eks Dev Little Nightmares: End of AbyssCygames Terjun ke Dunia AI, Bikin Studio Khusus di Dalam Perusahaan
Supaya nggak tambah runyam, Vincke ambil langkah lebih jauh. Di sesi AMA Reddit, dia pastikan Larian nggak akan pakai AI generatif sama sekali buat concept art Divinity. Keputusan ini diambil biar nggak ada yang curiga-cura lagi soal asal-usul aset visual di game mereka.
Meski begitu, Larian nggak menutup mata sama teknologi. AI masih dianggap berguna, tapi cuma buat bantu-bantu di area yang nggak kreatif—kayak mempercepat iterasi ide internal atau ngurangin kerjaan repetitif. Selama nggak nyentuh aset kreatif terakhir, ya masih oke lah.
Soal cerita, Larian malah lebih galak lagi. Semua dialog, jurnal, dan teks narasi Divinity dijamin 100 persen ditulis manusia, nggak ada sentuhan AI sama sekali. Di saat banyak studio lain masih abu-abu soal batasan AI, Larian justru tampil berani dan transparan. Mereka jelas-jelas nunjukkin, kepercayaan pemain tetap nomor satu buat mereka. (*)
