KBEOnline.id – Harga emas di Indonesia hari ini menunjukkan kenaikan yang signifikan seiring penguatan harga emas global. Berdasarkan data pasar terkini, harga spot emas dunia mencapai sekitar USD 4.592,9 per ounce.
Kenaikan ini memicu harga emas batangan di dalam negeri, termasuk produk Logam Mulia Antam yang kembali bergerak naik pada perdagangan 12 Januari 2026.
Harga emas hari ini di pasar global naik karena berbagai faktor ekonomi, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Jawa Barat 12 Januari 2026: Bekasi dan Karawang Berpotensi Hujan Sedang-Lebat!Dapat Saldo DANA Gratis Rp150.000 ke Dompet Elektronik Lewat Game Penghasil Uang, Cek Cara Mudah Klaimnya!
Diketahui bahwa emas dunia tercatat naik sekitar 2,04 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, dengan level tertinggi harian (high) menyentuh USD 4.611,0 per ounce. Angka ini sekaligus menjadi proyeksi harga tinggi tahunan yang diperhatikan pelaku pasar.
Sementara itu, di dalam negeri, harga emas batangan Antam/LM menunjukkan tren sejalan dengan pasar global. Harga jual emas Antam untuk ukuran 1 gram berada di kisaran Rp 2.504.383 per gram.
Adapun harga dasar resmi Logam Mulia mencatat emas 1 gram dijual Rp 1.914.000, belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Untuk ukuran yang lebih besar, emas 10 gram dibanderol Rp 18.635.000, sedangkan ukuran 100 gram mencapai Rp 185.612.000 sebelum pajak.
Bagi investor yang ingin menjual kembali emas batangan, harga buyback juga mengalami penyesuaian. Berdasarkan data dari IndoGold, harga beli kembali atau buyback emas berada di kisaran Rp 2.445.000 per gram.
Di pasar spot lokal, harga emas per gram di Indonesia tercatat sekitar Rp 2.481.035, atau setara dengan USD 147,29 per gram berdasarkan kurs rupiah terkini.
Data dari Pegadaian serta situs harga-emas.org juga menunjukkan harga spot lokal yang relatif seragam, yakni sekitar Rp 2.441.749 per gram. Kondisi ini menandakan stabilitas harga di pasar domestik meski terjadi lonjakan di pasar global.
Tren kenaikan yang masih kuat, emas diperkirakan tetap menjadi instrumen investasi favorit di awal 2026. Namun demikian, investor tetap disarankan mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih optimal.
