Banjir di Kabupaten Bekasi Belum Juga Surut, Selain Rumah Banyak Sekolah Terendam

Banjir
Banjir di Kabupaten Bekasi Belum Juga Surut
0 Komentar

KBEonline.id – Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi hingga Selasa (13/1/2026). Selain dipicu intensitas hujan yang masih tinggi, banjir juga disebabkan jebolnya tanggul di beberapa titik.

Salah satu wilayah terdampak parah yakni Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Ketinggian air mencapai 30–60 sentimeter dan merendam ribuan rumah warga serta fasilitas umum dan sosial, termasuk sekolah.

Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hurip Jaya 02 terganggu. Para siswa terpaksa belajar dari rumah karena gedung sekolah terendam banjir.

Baca Juga:Mochammad Djamhari, Bupati Legendaris  dan Tokoh Pemekaran Kota Bekasi Tutup UsiaKasus OTT Ade Kunang Merembet Kemana-mana, KPK Panggil Tujuh Saksi Lagi, Termasuk Dewan IIn Farihin

Kepala SDN Hurip Jaya 02, Wahyudin, mengatakan pembelajaran jarak jauh secara daring telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Namun, metode tersebut dinilai tidak optimal karena banyak siswa yang rumahnya juga ikut kebanjiran.

“Kami sudah empat hari terendam banjir. Anak-anak terpaksa kami liburkan dan belajar dari rumah. Padahal, rumah mereka pun ikut kebanjiran. Meski begitu, kami tetap berupaya agar kegiatan belajar mengajar berjalan,” ujarnya.

Di sela pembelajaran daring, sejumlah guru tetap datang ke sekolah untuk mengevakuasi barang-barang agar tidak terendam. Prioritas utama penyelamatan adalah dokumen dan arsip penting sekolah.

“Dokumen sekolah banyak yang terendam. Kami selamatkan apa yang masih bisa diselamatkan, terutama dokumen penting dan sebagian buku. Pembenahan dilakukan seadanya,” kata Wahyudin.

Ia menambahkan, selain akibat curah hujan tinggi, banjir juga dipicu posisi gedung sekolah yang berada di dataran lebih rendah. Karena itu, ia berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Anak-anak membutuhkan tempat belajar yang aman dan layak. Kami berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi sekolah dan segera memberikan bantuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyatakan tinggi muka air saat ini cenderung menurun dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, banjir masih merendam sejumlah permukiman warga di beberapa wilayah.

Baca Juga:Ada Ruangan Diduga Diskotik, Ketua Komisi I DPRD Tegaskan Tolak Kehadiran Theatre Night MartPrimaya Hospital Karawang Miliki Layanan Wellness Center untuk Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Berdasarkan hasil kajian di lapangan, banjir tidak hanya disebabkan tingginya curah hujan, tetapi juga akibat jebolnya tanggul karena debit air yang meningkat. Beberapa titik tanggul yang jebol berada di wilayah Sukatani dan Sukamulya.

0 Komentar