Performa Belum Stabil, Madura United Fokus Perbaikan Jelang Putaran Kedua

Madura United FC
Performa Belum Stabil, Madura United Fokus Perbaikan Jelang Putaran Kedua
0 Komentar

kbeonline.id Madura United FC memasuki masa jeda kompetisi dengan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Menjelang dimulainya putaran kedua BRI Super League 2025-2026, Laskar Sape Kerrab memilih untuk fokus melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi teknis, taktis, maupun mental pemain. Waktu persiapan yang cukup panjang menjadi kesempatan emas bagi tim asal Pulau Garam tersebut untuk bangkit dari performa kurang meyakinkan di paruh musim pertama.

Madura United dijadwalkan kembali berlaga pada 23 Januari mendatang dengan menghadapi Persija Jakarta. Jarak waktu yang relatif panjang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pelatih Carlos Eduardo Biasi Parreira untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap performa tim.

Evaluasi Menyeluruh Usai Rentetan Hasil Minor

Keputusan untuk fokus berbenah bukan tanpa alasan. Sejak Carlos Parreira ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Angel Alfredo Vera, Madura United belum menunjukkan performa yang konsisten. Dari enam pertandingan yang dipimpin Parreira, Madura United hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat membantai Semen Padang FC dengan skor telak 5-1.

Baca Juga:Tak Pernah Absen, Barros dan Julio Cesar Jadi Andalan Persib Bandung di Paruh MusimGabriel Silva Jadi Awal Gebrakan Arema FC di Bursa Transfer Paruh Musim

Sisanya, Madura United harus puas dengan satu hasil imbang 2-2 melawan Arema FC, serta menelan empat kekalahan, masing-masing dari Borneo FC (0-1), Persib Bandung (1-4), Persebaya Surabaya (0-1), dan kekalahan terbaru yang cukup menyakitkan, 0-3 dari PSIM Yogyakarta.

Catatan tersebut menjadi alarm bagi tim pelatih untuk segera melakukan pembenahan sebelum kompetisi kembali bergulir.

“Kami sudah memiliki beberapa catatan dari pertandingan-pertandingan yang kami jalani. Semua poin itu sudah kami diskusikan dan akan kami selesaikan. Kami memanfaatkan waktu ini untuk berbenah karena masih ada waktu yang cukup panjang,” ujar Carlos Parreira.

Masalah Konsistensi dan Kerapuhan Lini Belakang

Secara statistik, Madura United masih menunjukkan ketimpangan performa. Hingga akhir putaran pertama, mereka telah mencetak 18 gol, namun juga kebobolan 24 kali, angka yang menunjukkan rapuhnya lini pertahanan. Selain itu, inkonsistensi permainan membuat Madura United kerap gagal menjaga momentum positif setelah meraih hasil baik.

Kondisi tersebut berimbas langsung pada posisi mereka di klasemen sementara. Madura United kini tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 17 poin, posisi yang belum sepenuhnya aman dari ancaman zona degradasi.

0 Komentar