Karawang Masuk Zona Risiko Tinggi Banjir, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

Zona Resiko tinggi banjir
Karawang Masuk Zona Risiko Tinggi Banjir, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan.
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Kabupaten Karawang masuk dalam kategori kelas risiko tinggi bencana banjir berdasarkan hasil pengkajian risiko bencana yang telah dilakukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Karawang, Ferry Muharam, mengungkapkan bahwa hasil kajian tersebut menunjukkan sebaran risiko banjir dengan tingkat tinggi terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang.

“Berdasarkan hasil pengkajian risiko bencana banjir, Kabupaten Karawang memiliki sebaran kelas risiko tinggi di seluruh kecamatan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga:UPDATED! 30+ Kode Redeem FC Mobile 14 Januari 2026, Ada Hadiah Ekslusif, Gems hingga Pemain OVR Tinggi GratisCari Smart TV di Harga 1-2 Jutaan? Berikut Rekomendasinya Awal di 2026

Ia menjelaskan, total luasan wilayah dengan kelas risiko banjir tinggi di Kabupaten Karawang mencapai 10.386,72 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

Tiga kecamatan dengan luasan area terdampak risiko tinggi paling besar yakni Kecamatan Tirtajaya dengan luas 2.337,12 hektare, disusul Kecamatan Cilebar seluas 1.098,54 hektare, serta Kecamatan Tempuran yang mencapai 797,13 hektare.

Sementara itu, tiga kecamatan dengan luasan area terdampak risiko tinggi paling kecil berada di Kecamatan Majalaya seluas 0,9 hektare, Kecamatan Kotabaru 1,08 hektare, dan Kecamatan Tegalwaru 3,6 hektare.

Selain berdasarkan luasan wilayah, BPBD Karawang juga mencatat jumlah penduduk yang berpotensi terpapar banjir dengan kelas risiko tinggi di masing-masing kecamatan.

Kecamatan Karawang Barat menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terpapar paling banyak, yakni mencapai 142.915 jiwa, disusul Kecamatan Telukjambe Timur sebanyak 140.522 jiwa, serta Kecamatan Rengasdengklok sebanyak 117.087 jiwa.

Sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk terpapar paling sedikit berada di Kecamatan Tegalwaru dengan 3.060 jiwa, Kecamatan Kotabaru sebanyak 9.847 jiwa, serta Kecamatan Majalaya yang tercatat 23.095 jiwa.

Ferry menambahkan, berdasarkan data pengkajian risiko bencana, seluruh wilayah di Kabupaten Karawang memiliki potensi kerawanan banjir dengan tingkat risiko yang bervariasi.

Baca Juga:6 Rekomendasi Laptop RAM 16GB Terbaik 2026 untuk Bisnis, Kerja Berat hingga HiburanKapan Papa Zola The Movie Tayang di Indonesia? Cek Jadwalnya

Dalam kajian tersebut, total luasan wilayah dengan risiko banjir rendah mencapai 21.013,56 hektare, sementara wilayah dengan risiko sedang tercatat seluas 118.060,20 hektare.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya mitigasi bencana banjir melalui peningkatan kesiapsiagaan, edukasi kepada masyarakat, pemetaan wilayah rawan banjir, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan potensi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

“Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, agar risiko dan dampak banjir dapat ditekan semaksimal mungkin,” tambahnya.

0 Komentar