‎Tanggul Kalimalang Jebol, PJT II Pastikan Pasokan Air Jakarta Tetap Aman

Direktur Utama PJT II Imam Santoso
Direktur Utama PJT II Imam Santoso
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Peristiwa jebolnya tanggul yang terjadi kemarin telah berhasil ditangani dengan cepat oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Penanganan awal dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk meminimalkan dampak dan memastikan aliran air tetap terkendali.

‎Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, mengatakan bahwa langkah cepat tersebut mampu mengurangi debit air yang terdampak di kawasan penanganan secara signifikan. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan jajaran Kementerian PU di lapangan.

‎“Dalam waktu 24 jam, kondisi darurat sudah bisa kita kendalikan. Penanganan sementara kami targetkan selesai dalam tiga hari sehingga tanggul dapat kembali berfungsi,” ujar Imam pada Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:Polres Karawang Bantu Warga Terdampak Banjir Akibat Tanggul Kalimalang Jebol di Telukjambe BaratRekomendasi Liburan Murah di Bogor, Kunjungi Bumi Ariloka Sentul

‎Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan pasokan air ke Jakarta tetap aman dan berjalan sesuai kapasitas normal. Menurutnya, suplai air berasal dari Bendungan Cibeet dan Cikarang yang dialirkan melalui sistem sungai menuju Jakarta.

‎“Fungsi pasokan air ke Jakarta tetap aman. Kami mengupayakan aliran dari hilir sungai agar distribusi air tetap terjaga,” jelasnya.

‎Saat ini, PJT II mengalirkan debit air sebesar 24 meter kubik per detik melalui jalur utama. Sementara itu, sisa kebutuhan pasokan dialihkan melalui Bendungan Cibeet dan Cikarang sebagai langkah antisipasi selama proses penanganan berlangsung.

‎Imam juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut. Ia optimistis dalam waktu tiga hari, tanggul yang jebol akan selesai ditangani dan seluruh sistem dapat kembali beroperasi secara normal.

‎Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU, Maksal, menyatakan pihaknya turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi genangan lanjutan. Persiapan tersebut meliputi penyediaan material penanggulangan banjir dan mobil pompa.

‎“Kami menyiapkan bahan-bahan kebencanaan serta mobil pompa apabila terjadi genangan kembali. Teman-teman dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga siaga dalam kondisi darurat,” ujar Maksal.

0 Komentar