KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya kembali memicu banjir di sejumlah titik permukiman warga.
Genangan air mulai terlihat sejak Minggu (18/1) dinihari dan berangsur meluas, merendam rumah penduduk serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Di beberapa kawasan yang selama ini dikenal rawan banjir, air dengan cepat naik setelah hujan turun cukup lama. Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mendekati pinggang orang dewasa.
Baca Juga:Tragis di Jembatan Belendung, Pikap Terjun ke Saluran Irigasi, Sopir Meninggal DuniaTanggul Kalimalang Jebol, PJT II Pastikan Pasokan Air Jakarta Tetap Aman
Air masuk ke rumah warga, merendam perabot dan memaksa sebagian warga mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Warga mengaku kondisi tersebut kerap berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi. Sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air, ditambah aliran sungai yang meluap, disebut menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
“Kalau hujan lama, air pasti naik. Saluran air kecil dan sering tersumbat, jadi meluap ke jalan dan rumah,” ujar Marhasan (40) salah seorang warga Perumahan Puri Nirwana Residence yang terdampak banjir kepada kbeonline.id.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada akses jalan. Sejumlah ruas jalan lingkungan tergenang air sehingga sulit dilalui kendaraan. Pengendara roda dua terpaksa melintas dengan kecepatan rendah, sementara kendaraan kecil memilih memutar arah untuk menghindari risiko mogok.
Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan terbatas. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air yang bervariasi di setiap lokasi.
Ketinggian air di beberapa titik mencapai puluhan sentimeter. Genangan terjadi lantaran sistem drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat. “Data sementara lima kecamatan yang terendam banjir,” kata Dodi.
Baca Juga:Polres Karawang Bantu Warga Terdampak Banjir Akibat Tanggul Kalimalang Jebol di Telukjambe BaratRekomendasi Liburan Murah di Bogor, Kunjungi Bumi Ariloka Sentul
Adapun lima kecamatan yang dilaporkan terdampak banjir meliputi Cikarang Utara, Cibitung, Tambun Selatan, Tambun Utara, dan Babelan. Di beberapa lokasi, air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga, merendam perabotan, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
