Separuh Bekasi Terendam, Kediaman Plt Bupati Turut Kebanjiran

Banjir landa kabupaten Bekasi
Kediaman Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Kebanjiran usai Hujan deras dengan intensitas tinggi. --KBEonline.id--
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Banjir di Kabupaten Bekasi, Minggu (18/1/2026), meluas. Sedikitnya 44 titik di 16 kecamatan terendam dengan ketinggian mencapai 2 meter. Tidak hanya itu, kediaman Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turut terancam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “Cikarang Ekspres ”, kediaman Asep yang berada di Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara nyaris terendam, Banjir telah menggenangi bagian depan rumah adik dari mantan Bupati Bekasi, Eka Surya Atmaja (almarhum) ini. Sementara tetangga rumahnya sudah terendam.

“Ya biasanya cuma di depan jalan doang, tapi sekarang lumayan tinggi. Karena memang hujannya deres banget dari malem, apalagi drainasenya jelek jadi air cepet naik,” kata Tyan (27), salah seorang warga sekitar.

Baca Juga:Banjir Lumpuhkan Bus Kita di Pantura BekasiDaftar Kode Redeem FF Terbaru 18 Januari 2026 yang Masih Aktif Lengkap Cara Klaim yang Benar dan Resmi

Di lokasi lain, tepatnya di Perumahan Puri Nirwana Residence Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia, banjir mulai memasuki rumah warga pada siang hari. Banjir perlahan masuk setelah aliran air dari saluran sekunder di belakang perumahan kian meluap.

“Jadi hujannya itu dari malem minggu, jam 9 maleman. Itu hujan sudah turun. Nah puncaknya pas jam 3 pagi, itu deres sampai subuh,” kata Risky (26), warga sekitar.

Menurut dia, sejak pagi air sudah mulai merendam halaman depan rumahnya. Menjelang siang dan sore air makin tinggi hingga mulai masuk ke dalam rumah. “Ini sudah semata kaki, terus naik. Kalau di jalan mah sudah tinggi. Semoga saja cepet surut, biar ga banjir terus,” ucap dia.

Dia menyesalkan banjir yang terus merendam lingkungannya. Bahkan hampir tiap hujan deras, banjir tidak pernah terlewatkan. Di sisi lain penanganan baik dari pihak pengembang maupun pemerintah daerah tidak signifikan. “Inginnya sudah jangan banjir lagi. Tiap hujan deras kami was-was terus,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Marhasan (43), warga lainnya. Air kali ini lebih cepat naik setelah hujan turun cukup lama. Air masuk ke rumah warga, merendam perabot dan memaksa sebagian warga mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

“Sistem drainasenya juga enggak mampu kalau air kenceng gini. Sementara dari kali juga lumayan deres. Jadi kalau hujan lama, air pasti naik. Saluran air kecil dan sering tersumbat, jadi meluap ke jalan dan rumah,” ujar dia.

0 Komentar