KBEONLINE.ID KARAWANG – Banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter menggenangi permukiman warga di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (18/1/2026).
Akibatnya, ratusan rumah terendam dan aktivitas masyarakat lumpuh.
Bencana banjir ini dipicu oleh luapan Kali Ulu yang tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu, menyusul hujan deras yang mengguyur Bekasi dan sekitarnya sejak Sabtu (17/1/2026) sore.
Dua desa yang terdampak paling parah yakni Desa Tanjungsari dan Desa Karang Raharja.
Baca Juga:KDM Siapkan 'Sekolah Maung', Cetak Manusia Unggul Jawa Barat Mulai 2027Gus Yaqut Ungkap Tak Dilibatkan Saat Jokowi Sepakati Tambahan Kuota Haji 2024
Warga setempat mengungkapkan, air mulai masuk ke permukiman sejak dini hari dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada pagi hari.
“Ketinggian air sempat sampai dada orang dewasa,” ujar Abdi, salah satu warga terdampak.
Kondisi tersebut memaksa ratusan kepala keluarga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Petugas gabungan bersama relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memindahkan warga ke tempat yang lebih aman.
Saat ini, para pengungsi ditampung di sejumlah tenda darurat yang disiapkan di beberapa titik.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Hingga Minggu malam, genangan air di sejumlah titik dilaporkan masih bertahan, meski di beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
Baca Juga:Truk Pengangkut Sampah Terguling di TPA Bantargebang, Tak Ada Korban Jiwa
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi.
