Adapun di Tambun Utara, pengungsian terpusat di Perumahan Green Avenue, Desa Srijamur, serta Pondok Pesantren Nahdatul Watan, Desa Srijamukti. Lokasi ini dipilih karena relatif lebih tinggi dan mudah diakses oleh tim logistik serta relawan.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus mengintensifkan penanganan darurat sejak banjir meluas. Petugas gabungan melakukan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, menggunakan perahu karet dan kendaraan operasional.
Selain itu, BPBD juga mendirikan tenda-tenda pengungsian, menyalurkan logistik makanan siap saji, air bersih, selimut, tikar, hingga perlengkapan bayi, serta melakukan pendataan rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
Baca Juga:Polres Karawang Patroli Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir KarangligarHarga Perak Antam Hari Ini Sentuh Level Rp 57.900 Per Gram, Cek Harga Buybacknya!
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, Destana, serta relawan kebencanaan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar selama di pengungsian,” kata Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, dan wilayah langganan banjir diminta terus memantau kondisi lingkungan sekitar.
“Jika terjadi kenaikan debit air, tanggul rawan jebol, atau kondisi darurat lainnya, warga diminta segera melapor ke aparat desa, kecamatan, atau petugas BPBD agar bisa segera ditangani,” ujar Dodi.
Pihaknya juga memastikan akan terus memperbarui data dampak banjir seiring dengan perkembangan di lapangan, serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana. (Iky)
