KBEONLINE.ID KARAWANG – Kabupaten Bekasi kembali dilanda banjir yang meluas ke berbagai wilayah.
Hingga Senin pagi, 19 Januari 2026, bencana ini tercatat telah berdampak pada 14.855 kepala keluarga yang tersebar di 39 desa pada 17 kecamatan.
Air yang terus menggenang memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Baca Juga:Warga Perumahan PNR Manfaatkan Banjir dengan Mancing Lele, Tetap Waspada Genangan7 Hal Penting yang Harus Disiapkan Sebelum Musim Penghujan dan Banjir Melanda
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, sebanyak 1.336 warga terpaksa mengungsi dan saat ini ditampung di 12 titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa banjir merendam sejumlah wilayah dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kecamatan yang terdampak meliputi Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukawangi, Cabangbungin, Cibitung, Tambun Selatan, Cikarang Barat, Karangbahagia, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Pebayuran, hingga Cikarang Pusat.
“Petugas di lapangan terus melakukan asesmen kondisi wilayah terdampak, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dodi.
Sejumlah lokasi pengungsian telah diaktifkan untuk menampung warga. Di Kecamatan Babelan, pengungsi ditempatkan di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota.
Sementara di Tambun Utara, warga mengungsi di Perumahan Green Avenue Desa Sriamur dan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Desa Srimukti.
Adapun di Kecamatan Sukawangi, titik pengungsian tersebar di Aula Kantor Desa Sukamekar, SDN Sukamekar 01, Musala Nurul Huda, Masjid Al Muhajirin, hingga Perumahan Lavender.
Baca Juga:Banjir Rendam SMPN 4 Cikarang Barat, Lebih dari Seribu Siswa Terpaksa Belajar DaringBanjir 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga di Cikarang Utara, Ratusan Rumah Terdampak
Lokasi pengungsian lainnya juga dibuka di beberapa wilayah seperti Kantor Desa Sukajadi, Kantor Kecamatan Kedungwaringin, Kampung Kali Ulu Desa Karang Raharja, serta Kampung Poncol Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara.
BPBD Kabupaten Bekasi memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Bekasi masih terbilang tinggi dan berpotensi memicu kenaikan debit air di sejumlah titik rawan.
