Banjir Rendam Ratusan Ribu Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi, Petani Terancam Gagal Panen

Banjir di Kabupaten Bekasi Hari Ini.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tak hanya menggenangi permukiman warga. Air juga merambah ke hamparan sawah milik petani.
0 Komentar

BEKASI, KBEonline.id – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tak hanya menggenangi permukiman warga. Air juga merambah ke hamparan sawah milik petani. Di beberapa kecamatan, lahan pertanian yang biasanya hijau kini berubah menjadi kubangan air, membuat aktivitas bertani terhenti sementara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 267.063,75 hektare lahan pertanian terdampak banjir, dengan sebagian besar berupa sawah produktif.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan genangan air yang bertahan selama berhari-hari berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman dan mengancam keberlangsungan musim tanam petani.

Baca Juga:Daftar Kode Redeem TheoTown Januari 2026 Beserta Cara KlaimnyaPeran Pengembangan Infrastruktur Strategis dalam Memperkuat Investasi Manufaktur Indonesia-Korea

“Genangan terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko mengalami puso,” kata Dodi kepada Cikarang Ekspres, Senin (19/1).

Menurutnya, wilayah pertanian terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, dan Karang Bahagia.

Ketinggian air di lahan pertanian bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter, menyebabkan tanaman terendam dan tidak bisa diolah sementara waktu.

Selain merusak tanaman, banjir juga menghambat aktivitas pertanian. Akses menuju sawah terputus, saluran irigasi meluap, serta alat dan sarana produksi pertanian milik petani ikut terendam. Kondisi ini membuat petani terpaksa menunda pemupukan, penyiangan, hingga panen.

“Dampaknya bukan hanya hari ini. Kalau gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Ini juga bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal,” ujar Dodi.

BPBD Kabupaten Bekasi, lanjut Dodi, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap lahan pertanian yang terdampak.

Data tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah pemulihan, termasuk kemungkinan bantuan benih, pupuk, maupun program pemulihan pascabanjir.

Baca Juga:Alfamart Respons Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di KarawangEdarkan 120 Gram Sabu, Pria Pengangguran di Banyusari Diringkus Polisi 

Oleh karena itu, Dodi mengimbau petani di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan serta melaporkan kerusakan lahan dan tanaman kepada aparat desa atau penyuluh pertanian setempat.

0 Komentar