Adapun di Kecamatan Pakisjaya, dampak banjir dan rob terjadi di lima desa, yakni Desa Tanjungmekar seluas 26 hektare, Desa Tanahbaru 15 hektare, Desa Solokan 30 hektare, Desa Tanjungbungin 132 hektare, dan Desa Telukjaya 50 hektare.
Di Kecamatan Telukjambe Timur, lahan terdampak tercatat berada di Desa Sukamakmur seluas 4 hektare dan Desa Sukaharja 3 hektare. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat, dampak banjir melanda Desa Margakaya 21 hektare, Desa Margamulya 6 hektare, Desa Karangligar 3 hektare, dan Desa Parungsari 14 hektare.
Untuk Kecamatan Cilamaya Wetan, lahan sawah terdampak berada di dua desa, yakni Desa Tegalwaru seluas 85 hektare pada fase HST dan Desa Tegalsari seluas 20 hektare pada fase HSS.
Baca Juga:Pemdes Ciantra Gotong Royong Bersihkan Reruntuhan Bangunan SMPN 3 Cikarang Selatan Detik-detik Warga Gotong Royong Evakuasi Lansia Stroke Saat Banjir Rendam Grand Cikarang City
Mahmud menyampaikan, DPKPP telah mengambil sejumlah langkah penanganan awal, di antaranya melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan serta melakukan koordinasi lintas bidang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bidang Prasarana Pertanian, UPTD Pertanian Kecamatan, serta petugas POPT di wilayah terdampak agar kelompok tani yang terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani bisa disinkronkan datanya,” tuturnya.
Ia menambahkan, bagi kelompok tani yang baru melakukan tanam dan terdampak banjir, DPKPP akan mengusulkan fasilitasi bantuan benih padi. “Poktan yang baru tanam akan kami usulkan untuk mendapatkan fasilitasi benih padi,” kata Mahmud.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DPKPP Kabupaten Karawang, Lilis Suryani, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan sarana pendukung bagi petani terdampak, guna menunjang kelancaran proses panen di tengah kondisi sulit.
“Kami memberikan bantuan terpal yang dibutuhkan petani sebagai alat angkut panen gabah dari sawah ke perahu atau ke daratanpadi,” jelasnya.
Selain bantuan sarana, DPKPP juga mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga gabah petani dengan melakukan koordinasi bersama Perum Bulog agar hasil panen petani terdampak tetap dapat terserap.
“Kami juga telah bersurat ke Bulog agar gabah terdampak banjir tetap dapat diserap sehingga harga gabah tidak jatuh dan tidak merugikan petani,” ungkapnya.
Baca Juga:Belajar Keuangan di Rumah: Anak Menyerap dari Contoh, Bukan Ceramah Orang TuaPersib Bandung Harus Waspada, Juara Paruh Musim Tak Selalu Juara Liga: Ini Fakta dan Datanya
Rohman menegaskan bahwa DPKPP Kabupaten Karawang akan mengambil langkah koordinasi ke tingkat pusat dengan mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, terkait dukungan Program Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall sebagai upaya penanggulangan banjir rob yang kerap berdampak pada wilayah pertanian di Karawang.
