Dari Indonesia ke Swiss, Apa yang Perlu Diketahui dari WEF Davos 2026?

World Economic Forum
World Economic Forum
0 Komentar

KBEonline.id – Perbincangan global belakangan kian mengerucut pada dua tema besar: adopsi kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi global, isu tata kelola inovasi, kesiapan talenta, serta dampak sosial dan lingkungan menjadi sorotan lintas sektor.

Dalam konteks inilah, perhatian dunia kembali tertuju ke Davos, Swiss, tempat World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 digelar. Sejak 1971, forum tahunan ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, bisnis, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk menyelaraskan pandangan dan membaca arah percakapan global ke depan.

Baca Juga:Sebagian Besar Kabupaten Bekasi Masih Terdampak Banjir, 1336 Keluarga Mengungsi2 Tahun Tidak Digunakan KBM, Tiga Ruang Kelas SMPN 03 Ciksel Ambruk Karena Cuaca Ekstrem

Bagi negara berkembang dengan ekonomi digital yang bertumbuh kuat seperti Indonesia, diskusi ini menjadi semakin relevan. Lantas, apa saja yang perlu dicermati dari WEF Davos 2026?

Diskusi Lintas Sektor di Tengah Dunia yang Terus Berubah

Berlangsung pada 19–23 Januari 2026, WEF Davos 2026 mengusung tema besar “A Spirit of Dialogue”. Tema ini diterjemahkan ke dalam lima pertanyaan kunci, mulai dari kerja sama global di tengah fragmentasi dunia, pencarian sumber pertumbuhan baru, investasi pada manusia, inovasi yang bertanggung jawab, hingga pembangunan kemakmuran yang berkelanjutan.

Diskusi-diskusi ini menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi yang aman dan tepercaya sebagai fondasi masa depan ekonomi global.

AI, Talenta Digital, dan Inovasi yang Bertanggung Jawab

Isu seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital akan dibahas bukan hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan sistem ekonomi. Isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama WEF Davos 2026 melalui tema “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”.

Bagi Indonesia, topik ini semakin relevan. Hingga 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia yang baru mencapai 27,34 persen, sementara Komdigi memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai 600.000 orang per tahun untuk memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030.

Di tengah upaya mengejar Visi Indonesia Digital 2045, pengembangan teknologi yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia menjadi semakin krusial.

0 Komentar