KBEONLINE.ID BANDUNG – Gelar juara paruh musim kerap dianggap sebagai sinyal kuat menuju tangga juara kompetisi. Namun, fakta Liga 1 Indonesia justru menunjukkan hal sebaliknya. Sejak format Liga 1 bergulir, tidak semua pemuncak klasemen di pertengahan musim mampu mengunci gelar juara di akhir kompetisi.
Data mencatat, dalam beberapa musim terakhir, terjadi pergeseran kekuatan yang signifikan usai paruh musim. Faktor konsistensi, kedalaman skuad, jadwal padat, hingga tekanan mental kerap menjadi penentu kegagalan tim mempertahankan posisi puncak.
Rekam Jejak Juara Paruh Musim vs Juara Liga
- 2017
Juara Paruh Musim: Bali United
Juara Liga: Bhayangkara FC
- 2018
Juara Paruh Musim: Persib Bandung
Juara Liga: Persija Jakarta
- 2019
Juara Paruh Musim: Bali United
Juara Liga: Bali United
- 2021/22
Juara Paruh Musim: Bhayangkara FC
Juara Liga: Bali United
- 2022/23
Juara Paruh Musim: PSM Makassar
Juara Liga: PSM Makassar
- 2023/24
Juara Paruh Musim: Borneo FC
Juara Reguler Series: Borneo FC
Juara Championship Series: Persib Bandung
- 2024/25
Juara Paruh Musim: Persib Bandung
Juara Liga: Persib Bandung
Dari data tersebut terlihat jelas, hanya beberapa tim yang mampu menjaga performa hingga akhir musim. Sebaliknya, ada pula tim yang justru kehilangan momentum saat memasuki fase krusial.
Pelajaran untuk Persib
Baca Juga:Persib Sudah Temukan Pengganti Barba, Mantan Bintang PSG Siap ke BandungBanyak yang Belum Tahu, Begini Sejarah dan Asal Usul Sate Maranggi Purwakarta
Bagi Persib Bandung, status juara paruh musim adalah modal penting, namun bukan jaminan. Konsistensi permainan, manajemen rotasi pemain, serta ketahanan menghadapi tekanan di sisa musim menjadi kunci utama. Terlebih, persaingan Liga 1 dikenal ketat dan dinamis, di mana satu hasil buruk bisa mengubah peta klasemen secara drastis.
Sejarah sudah memberi peringatan. Kini, tinggal bagaimana Persib menjaga fokus agar cerita manis di paruh musim benar-benar berujung pada selebrasi juara di akhir kompetisi.
