KBEonline.id- Sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi terutama bagian Utara masih terdampak banjir. Hal itu diperparah karena hujan yang turun hampir tanpa jeda dalam beberapa hari terakhir.
Banjir melanda Kabupaten Bekasi dari permukiman hingga persawahan, banjir hidrometeorologi kembali memaksa ribuan warga bertahan di tengah genangan, sementara sebagian lainnya harus meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Intensitas hujan cukup tinggi dan berlangsung terus-menerus, sehingga berdampak ke banyak wilayah secara bersamaan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi kepada kbeonline.id, Senin (19/1).
Baca Juga:2 Tahun Tidak Digunakan KBM, Tiga Ruang Kelas SMPN 03 Ciksel Ambruk Karena Cuaca EkstremPolantas Menyapa, SIM Keliling Hari Ini Standby di Pospol Dawuan Cikampek
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Senin (19/1/2026) pukul 13.00 WIB, banjir tercatat merendam 33 desa di 15 kecamatan. Sebanyak 17.563 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 1.336 KK di antaranya terpaksa mengungsi.
“Jumlah warga terdampak cukup besar dan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan,” kata Dodi.
Menurut Dodi, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh luapan sungai serta belum optimalnya sistem drainase di sejumlah kawasan permukiman. Ketinggian muka air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di titik-titik tertentu.
“Luapan sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan menjadi penyebab utama genangan,” ujarnya.
Wilayah terdampak tersebar luas, antara lain di Kecamatan Muara Gembong, Babelan, Tarumajaya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin, Pebayuran, Karang Bahagia, Kedungwaringin, hingga Cikarang Pusat. Sejumlah desa dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi yang mengganggu aktivitas warga.
“Sebaran banjir hampir merata, baik di wilayah pesisir, tengah, maupun perkotaan,” kata Dodi.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sedikitnya 267.063,75 hektare lahan pertanian terdampak genangan, sehingga aktivitas bertani terhenti sementara.
Baca Juga:15 Ribu Lebih Warga Karawang Korban Banjir, Terparah di Segaran BatujayaPGE Tambah Kapasitas Terpasang dan Perkuat Ekosistem Green Hydrogen
“Kalau genangan berlangsung lama, ini bisa berpengaruh terhadap hasil panen dan pendapatan petani,” ujar Dodi.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait telah mendirikan 12 titik pengungsian di sejumlah lokasi aman. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, PMI, relawan, serta aparatur kecamatan dan desa terus melakukan evakuasi dan distribusi logistik.
