KBEONLINE.ID – Program pembangunan rumah panggung yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai solusi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dinilai belum efektif. Pasalnya, banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 12 Januari 2026 kembali merendam permukiman warga, termasuk rumah panggung yang tengah dibangun.
Sejumlah rumah warga di dua dusun terdampak banjir cukup parah. Bahkan, rumah panggung yang pembangunannya belum rampung dilaporkan terendam hingga atap. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena program yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang justru belum mampu melindungi mereka dari banjir musiman.
Selain itu, pembangunan rumah panggung yang sebelumnya dijanjikan rampung pada akhir 2025 mengalami keterlambatan. Hingga memasuki musim penghujan, proses pembangunan masih berlangsung dan belum seluruhnya selesai. Akibatnya, saat banjir kembali melanda, wilayah tersebut tetap terdampak.
Baca Juga:Remaja Tenggelam di Genangan Banjir Kedungwaringin, Sempat Diberi PertolonganSimak! Ini 6 Adab Bertamu dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui
Dari target seribu unit rumah panggung yang sempat dijanjikan, realisasi pembangunan tahap awal hanya mencakup 25 unit rumah dengan ketinggian sekitar 2,5 meter di dusun kampek. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan warga Desa Karangligar yang kerap terdampak banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, mengatakan rumah panggung yang belum selesai saat ini masih terdampak banjir.
“Rumah panggung yang belum selesai terendam sampai atap. Alhamdulillah, yang sudah selesai juga terendam, tapi airnya tidak terlalu naik ke atas, khususnya di Dusun Kampek,” ujarnya, Selasa (20/1).
Usep menambahkan, pihaknya akan melakukan evakuasi warga untuk mencegah mereka terisolasi akibat banjir. “Kita akan evakuasi agar masyarakat tidak terisolir,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangligar, Ersim, mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 20 unit rumah panggung telah selesai dibangun. Sementara itu, empat unit lainnya masih dalam tahap pemasangan atap, dan satu calon penerima bantuan memilih mengundurkan diri.
“Sekarang sudah ada 20 rumah panggung yang selesai. Empat unit masih pemasangan atap, dan satu lagi mengundurkan diri,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah panggung tersebut sejatinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Namun, target tersebut tidak tercapai karena berbagai kendala di lapangan.
