KBEONLINE.ID, BEKASI – Tidur pulas di tengah malam nyaris berakhir petaka bagi Sarmine (52). Suara dentuman keras disusul terjangan air Sungai Citarum membuat rumahnya di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, ambruk seketika setelah tanggul jebol, Senin (19/1) malam.
Sarmine menceritakan detik-detik mengerikan saat rumahnya ambruk diterjang derasnya arus. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu ia tengah tertidur, sedangkan suaminya sedang menonton televisi.
“Saya lagi tiduran, sudah tidur saya. Suami saya masih bangun lagi nonton TV. Tiba-tiba ada suara keras sekali, suaranya kayak petir, jeger! Langsung tidak lama itu rumah ambruk,” kata Sarmine kepada Cikarang Ekspres di Desa Pantai Bakti.
Baca Juga:Sodetan dan Penataan Tata Ruang Disiapkan Atasi Banjir BekasiTerpilih Secara Aklamasi, Saiful Bahri Resmi Nahkodai Karang Taruna Desa Sukaresmi
Dalam kondisi panik dan gelap, Sarmine mengaku selamat berkat kesigapan suaminya. “Saya langsung ditarik, digerek-gerek (diseret) sama suami saya keluar. Kalau tidak, mungkin saya tertimbun,” tambahnya.
Hantaman luapan air sungai Citarum ini tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menghanyutkan harta benda mereka. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memperbaiki kembali rumahnya agar dapat ditempati kembali.
“Saya tidak bisa tidur semalaman. Harapan saya, tolong pemerintah, saya pengen rumah saya didandanin (diperbaiki) lagi. Biar saya bisa tenang, ya Allah,” terang Sarmine.
Sementara itu, anak Sarmine, Sarta (35) mengatakan bahwa kerusakan terparah terjadi pada bagian ruang tamu dan kamar tidur. Hanya sedikit barang yang dapat diselamatkan, sementara sisanya terbawa arus air luapan Sungai Citarum.
“Yang ambruk ruang tamu sama kamar. Barang-barang seperti televisi, kulkas, dua lemari, meja, dan dipan hancur semua. Dompet dan handphone pun tidak selamat, hanya sisa-sisa pakaian sedikit yang bisa dibawa,” ucap Sarta.
Di lokasi, Sarta tengah mencari pakaian layak pakai dari kamar orangtuangnya yang sudah ambruk tanpa tembok. Ia juga mengambil perlengkapan solat seperti sajadah untuk dibawa ke rumahnya. Menurutnya rumah tersebut merupakan tempat bernaung orang tuanya yang juga sering digunakan untuk tempat menginap cucu-cucunya. Beruntung, saat kejadian tidak ada anggota keluarga lain yang sedang berkunjung.
“Ini rumah orangtua saya. Alhamdulillah semuanya selamat. Kalau kerugian belum kita hitung berapa,” tuturnya.
