‎Geobag Tutup Tanggul Jebol di Muaragembong  ‎

Banjir di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi
Banjir di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Debit air Sungai Citarum yang meningkat drastis mengakibatkan tanggul di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, jebol pada Selasa (20/1) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak banjir, bahkan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat limpasan air sungai.

‎Camat Muaragembong, Sukarmawan, mengungkapkan bahwa upaya penanganan darurat sebenarnya telah dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama unsur Muspika, yakni Koramil dan Polsek, serta perangkat desa. Namun, derasnya arus Sungai Citarum tidak mampu dibendung oleh tanggul darurat yang bersifat sementara.

‎“Warga sudah berjibaku menahan dengan material seadanya, seperti karung dan bambu yang diupayakan oleh Kepala Desa Pantai Bakti. Namun dorongan air Sungai Citarum sangat dahsyat dan tidak seimbang dengan tanggul sementara tersebut,” ujar Sukarmawan di Muaragembong, Selasa (20/1).

Baca Juga:Real Madrid Siap Mati-matian Demi Tanda Tangan Pelatih Baru Jurgen KloppManfaat Makan Telur Setiap Hari: Sumber Gizi Murah yang Sering Diremehkan

‎Berdasarkan hasil pendataan sementara, banjir di wilayah Muaragembong disebabkan oleh luapan dari tiga aliran sungai berbeda dan berdampak pada empat desa. Di Desa Pantai Bakti, banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum di RT 03 RW 05 dengan ketinggian air mencapai 50-60 sentimeter. Di desa tersebut tercatat terdapat lima titik tanggul kritis akibat beton penyangga yang telah lama tergerus air.

‎Selain itu, banjir di Desa Pantai Bahagia juga dipicu oleh luapan Sungai Citarum. Sementara di Desa Pantai Harapan Jaya, banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciherang di wilayah Kampung Penombo dan Begedor. Adapun di Desa Pantai Sederhana, banjir disebabkan oleh kiriman air dari anak Sungai Citarum yang melintas di wilayah tersebut. Hingga kini, pendataan jumlah warga terdampak masih terus dilakukan.

‎“Untuk sementara, laporan dari Kepala Desa Pantai Bakti hampir 167 KK terdampak dari satu RT. Ketinggian air bervariasi. Di titik yang jebol hampir setinggi lutut, sementara di pemukiman warga sekitar sebetis atau 50-60 sentimeter,” tambah Sukarmawan.

‎Dari hasil pemantauan, Sukarmawan menyebutkan sedikitnya terdapat lima titik tanggul kritis di sepanjang Sungai Citarum. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai mengalir ke badan jalan hingga masuk ke pemukiman warga. Bahkan, tanggul-tanggul kritis itu sudah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan permanen dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

0 Komentar