Kumaha Ieu Pak Dedi? Rumah Panggung di Karangligar Ikut Terendam hingga Atap

Tenggelam
Rumah panggung bantuan Pemprov Jabar di Karangligar juga tenggelam.
0 Komentar

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah panggung tersebut sejatinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Namun, target tersebut tidak tercapai karena berbagai kendala di lapangan.

“Seharusnya selesai sampai akhir 2025, tapi memang kondisi di lapangan kurang mendukung, sehingga pekerjaannya molor,” ujarnya.

Menurut Ersim, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sempat menyampaikan bahwa pembangunan rumah panggung ditargetkan kembali selesai pada akhir Januari 2026. Namun, banjir yang kembali melanda Desa Karangligar membuat target tersebut terancam kembali mundur.

Baca Juga:Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong, Banjir di Utara Kabupaten Bekasi Tambah ParahPEMILUKADA, di Antara Demokrasi Langsung atau Perwakilan 

“Dari Pemprov Jabar sempat menyampaikan targetnya akhir Januari 2026. Tapi dengan kondisi sekarang yang kembali terdampak banjir, ini juga bisa molor lagi,” jelasnya.

Meski demikian, Ersim menyebut sebagian warga sudah mulai menempati rumah panggung yang telah selesai dibangun, meskipun proses serah terima secara resmi belum dilakukan.

“Memang secara administrasi belum diserahterimakan, tapi warga sudah menempati karena mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan Dusun Kampek dan Dusun Pangasinan di Desa Karangligar terendam banjir. Banjir tersebut turut merendam rumah panggung yang telah ditempati warga, bahkan ketinggian air dilaporkan mencapai atap rumah, sehingga warga terpaksa dievakuasi oleh tim SAR.

“Cuaca ekstrem ini membuat Dusun Kampek dan Dusun Pangasinan terendam banjir, termasuk rumah panggung yang sudah ditempati warga sampai airnya mencapai atap, sehingga warga langsung kami evakuasi bersama tim SAR,” terangnya.

Ersim menilai pembangunan rumah panggung bukanlah solusi yang efektif untuk mengatasi persoalan banjir di Desa Karangligar.

Menurutnya, penanganan banjir di wilayah tersebut membutuhkan solusi jangka panjang yang menyasar akar permasalahan, yakni dengan percepatan pembangunan Bendungan Cibeet.

Baca Juga:Dari Indonesia ke Swiss, Apa yang Perlu Diketahui dari WEF Davos 2026?Sebagian Besar Kabupaten Bekasi Masih Terdampak Banjir, 1336 Keluarga Mengungsi

Selama bendungan tersebut belum diselesaikan, ia menilai banjir akan terus berulang meskipun rumah panggung dibangun di kawasan rawan.

“Solusinya itu bendungan Cibeet, kalau mulai dikerjakan insyaallah ke depan tidak banjir lagi. Mau bangun rumah panggung di Dusun Kampek ini percuma, pasti akan seperti ini terus. Di sini hujan sedikit saja air langsung naik, jadi seharusnya Bendungan Cibeet yang dibangun dan dikerjakan,” bebernya.

0 Komentar