Mengenal Inggit Garnasih, Perempuan Tangguh di Balik Perjuangan Bung Karno

Inggit Garnasih, perempuan yang setia menemani perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno.
Inggit Garnasih, perempuan yang setia menemani perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno.
0 Komentar

Situasi itu memicu pertengkaran demi pertengkaran antara Bung Karno dan Inggit.

Kecemburuan dan kekecewaan Inggit semakin terasa, bahkan konflik tersebut terbawa hingga ke Jakarta pada 1943.

“Jika sudah terbakar cemburu, Inggit bisa melempar apa saja yang ada di dekatnya, terutama barang-barang di meja makan. Terbayang suara piring dan benda-benda yang beterbangan,” ungkap Roso.

Baca Juga:WNA Rusia Tertarik Kopi Minang Super Koto Tuo, Siap Dipasarkan ke MoskowBanjir Rendam Kabupaten Bekasi, Puluhan Ribu Warga Terdampak di 17 Kecamatan

Akhirnya, keduanya sepakat berpisah. Meski demikian, perpisahan itu berlangsung dengan penuh penghormatan.

Bung Karno masih sempat mengantar Inggit ke dokter gigi, mengantarnya kembali ke Bandung, dan membawa seluruh barang-barangnya tanpa terkecuali.

“Itulah akhir kisah mereka,” tutur Roso.

Tak lama setelah perpisahan itu, Bung Karno melamar Fatmawati dan melangsungkan pernikahan yang dikenal sebagai “pernikahan telegram”, beberapa waktu menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat banyak nama dalam hidup Bung Karno. Namun, bagi banyak sejarawan, Inggit Garnasih tetap dikenang sebagai satu-satunya perempuan yang paling tepat mendampingi Sukarno muda di masa perjuangan.

0 Komentar