“Bagian karier saya telah berakhir, dan tidak berjalan seperti yang kami inginkan. Melatih Real Madrid adalah kehormatan dan tanggung jawab besar,” tulis Alonso.
“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar. Saya pergi dengan rasa hormat dan kebanggaan.”
Alonso sejatinya datang ke Santiago Bernabeu dengan reputasi tinggi setelah mencetak sejarah bersama Bayer Leverkusen. Pada musim 2024, ia membawa klub Jerman itu meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal, sebuah prestasi luar biasa yang membuat namanya melejit sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa. Ia direkrut Madrid sebagai pengganti Carlo Ancelotti pada musim panas lalu.
Baca Juga:Manfaat Makan Telur Setiap Hari: Sumber Gizi Murah yang Sering DiremehkanRekomendasi Sukses Jalur Langit, Mari Coba Buktikan dan Lakukan
Profil Jurgen Klopp
Jurgen Klopp bukanlah nama asing di panggung sepak bola dunia. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal sebagai sosok karismatik dengan filosofi permainan intensitas tinggi atau gegenpressing. Namanya melejit bersama Borussia Dortmund sebelum mencapai puncak kariernya saat menangani Liverpool.
Bersama Liverpool, Klopp menorehkan sejarah dengan mempersembahkan enam trofi bergengsi, termasuk Liga Champions 2019 dan Liga Premier 2020, yang mengakhiri puasa gelar liga klub Merseyside selama 30 tahun. Selain itu, ia juga mempersembahkan Piala FA, Piala Liga, Community Shield, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Pada 2024, Klopp memutuskan meninggalkan Liverpool dengan alasan kelelahan energi setelah hampir satu dekade penuh tekanan di level tertinggi. “Saya kehabisan energi,” ujar Klopp kala itu, sebuah pernyataan jujur yang menggambarkan beratnya tuntutan dunia kepelatihan modern.
Kini, meski telah beralih ke peran manajerial di Red Bull, Klopp tetap menjadi magnet bagi klub-klub elite Eropa. Pengalamannya, mental juara, serta kemampuannya membangun tim kompetitif dari nol dinilai sangat cocok dengan ambisi Real Madrid yang tak pernah puas hanya menjadi penantang.
Jika Real Madrid benar-benar memutuskan untuk “mati-matian” mengejar tanda tangan Klopp, saga kepelatihan musim panas ini dipastikan akan menjadi salah satu yang paling panas di Eropa.
