KBEONLINE.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menyiapkan solusi jangka menengah untuk mengatasi banjir tahunan yang terus berulang, salah satunya melalui pembangunan sodetan dan pembenahan tata ruang di wilayah rawan genangan.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengakui bahwa banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi bukan lagi peristiwa insidental, melainkan sudah menjadi kejadian rutin tahunan. Dari 17 kecamatan, hanya lima kecamatan yang tidak terdampak banjir, sementara sisanya merupakan titik langganan yang terus berulang.
Asep menyampaikan, hasil identifikasi lapangan bersama jajaran pemerintah kecamatan menunjukkan sebagian besar lokasi banjir merupakan titik lama yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan utama terletak pada perencanaan tata ruang yang kurang tepat serta beban aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang terlalu besar.
Baca Juga:Terpilih Secara Aklamasi, Saiful Bahri Resmi Nahkodai Karang Taruna Desa Sukaresmi Jangan Coba-coba! Ini Dia Empat Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Secara Bersamaan
“Ketika debit CBL penuh, otomatis sungai-sungai kecil mengalami antrean aliran. Arusnya besar dan deras, sehingga air meluap ke permukiman,” ujar Asep kepada Cikarang Ekspres, Selasa (20/1).
Ia mencontohkan wilayah Wanasari dan Sukawangi yang terdampak akibat pertemuan aliran dengan CBL. Untuk mengurangi risiko banjir, Pemkab Bekasi menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan sodetan guna memecah arus air agar tidak saling beradu.
“Kalau air beradu, pasti meluap. Solusinya harus ada sodetan supaya air punya arah dan tidak menunggu,” katanya.
Selain sodetan, Pemkab Bekasi juga akan melakukan penataan ulang fungsi lahan, termasuk penertiban bangunan liar dan aset yang menjorok ke sungai.
Asep menegaskan, bangunan yang menghambat aliran air akan dibongkar, namun pemerintah tetap menyiapkan solusi agar aktivitas ekonomi warga tidak terhenti.
Penanganan lain yang dilakukan adalah pembongkaran jembatan bermasalah, pengurangan sedimentasi, serta penanganan sampah yang selama ini memperparah banjir. Menurut Asep, selain curah hujan tinggi, tumpukan sampah menjadi salah satu faktor utama penyumbat aliran sungai.
Terkait tanggul jebol di sejumlah titik, Asep menyebut penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan karung dan bronjong. Sementara untuk solusi permanen, Pemkab Bekasi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
