Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong, Banjir di Utara Kabupaten Bekasi Tambah Parah

Jebol
Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong
0 Komentar

KBEonlinr.id- Tanggul penahan Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, jebol akibat tingginya curah hujan.

Peristiwa yang terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam itu memicu banjir dengan ketinggian air mencapai satu hingga satu setengah meter dan semakin meluas pada Selasa (20/1/2026).

Jebolnya tanggul diduga kuat dipicu meningkatnya debit Sungai Citarum setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Struktur tanggul yang masih berupa tanah gembur membuat daya tahannya lemah dan mudah terkikis hingga akhirnya tak mampu menahan aliran air.

Baca Juga:PEMILUKADA, di Antara Demokrasi Langsung atau Perwakilan Dari Indonesia ke Swiss, Apa yang Perlu Diketahui dari WEF Davos 2026?

Akibat kejadian tersebut, banjir merendam dua desa, yakni Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia. Luapan air sungai menggenangi jalan dan permukiman warga karena posisi tanggul berbatasan langsung dengan kawasan hunian.

Sarminah (54), warga Kampung Bendungan RT 03 RW 05 Desa Pantai Bakti, mengatakan banjir sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga karena akses jalan terputus.

“Curah hujan sudah berhari-hari. Tanggulnya masih tanah gembur, jadi terkikis dari bocoran-bocoran kecil. Air langsung masuk ke rumah warga,” ujar Sarminah kepada Cikarang Ekspres.

Ia menambahkan, hingga kini perbaikan tanggul belum dilakukan secara maksimal. Warga hanya berupaya menahan aliran air secara swadaya menggunakan karung berisi tanah dan patok bambu. Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup kuat menahan derasnya arus Sungai Citarum.

“Sampai sekarang tanggulnya belum dibenerin juga. Warga cuma bisa nahan air pakai karung tanah sama patok bambu, tapi ya nggak kuat nahan derasnya Citarum,” katanya.

Nestapa dialami Sarminah ketika rumahnya ambruk diterjang banjir. Ia bersama suaminya berhasil menyelamatkan diri dan mengungsi ke rumah anaknya yang berada di lokasi lebih aman.

“Rumah saya ambruk kebawa banjir. Saya sama suami untungnya sempat nyelamatin diri, sekarang ngungsi ke rumah anak yang lebih aman,” ungkapnya.

Baca Juga:Sebagian Besar Kabupaten Bekasi Masih Terdampak Banjir, 1336 Keluarga Mengungsi2 Tahun Tidak Digunakan KBM, Tiga Ruang Kelas SMPN 03 Ciksel Ambruk Karena Cuaca Ekstrem

Banjir juga berdampak serius terhadap sektor pertanian dan perikanan. Ribuan hektare sawah dan tambak terancam gagal panen. Sejumlah ikan dan udang milik warga hanyut terbawa arus, sementara tanaman padi yang mendekati masa panen rusak akibat terendam banjir.

0 Komentar