Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong, Banjir di Utara Kabupaten Bekasi Tambah Parah

Jebol
Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong
0 Komentar

Kepala Desa Pantai Bakti, Wahyudi, mengatakan pihak desa terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan darurat, sekaligus mengantisipasi potensi jebolnya tanggul di titik lain.

“Tanah di lokasi memang gembur. Jika hujan turun terus-menerus dengan intensitas tinggi, risiko erosi sangat besar. Apalagi tanggul berada dekat permukiman warga,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 553 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat jebolnya tanggul penahan air Sungai Citarum sepanjang sekitar delapan meter.

Baca Juga:PEMILUKADA, di Antara Demokrasi Langsung atau Perwakilan Dari Indonesia ke Swiss, Apa yang Perlu Diketahui dari WEF Davos 2026?

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, mengatakan banjir melanda lima kampung, yakni Kampung Bendungan RT 03/05 sebanyak 141 KK, Kampung Gedung Cinde RT 01/05 sebanyak 105 KK, Kampung Singkil RT 02/06 sebanyak 152 KK, Kampung Gedung Bokor RT 03/03 sebanyak 30 KK, serta Kampung Biyombong RT 03/06 sebanyak 125 KK.

“Ketinggian air di permukiman warga bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Hingga saat ini tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa,” kata Dody.

BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan logistik berupa bronjong, karung, terpal, makanan siap saji, air mineral, serta paket sembako. Personel juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air.“Logistik yang kami kirimkan meliputi bronjong, karung, terpal, makanan siap saji, air mineral, serta paket sembako untuk kebutuhan dasar warga,” ungkapnya.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD Kabupaten Bekasi merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang bantaran Sungai Citarum guna mencegah kejadian serupa terulang. (Iky)

0 Komentar