KBEONLINE.ID KARAWANG — Arsenal memastikan langkah mulus ke babak 16 besar Liga Champions setelah menaklukkan Inter Milan di Stadion San Siro.
Kemenangan ini menandai catatan sempurna tim asuhan Mikel Arteta, yang menyapu bersih tujuh pertandingan fase grup dengan kemenangan.
Bintang utama dalam laga tersebut adalah Gabriel Jesus. Penyerang asal Brasil itu mencetak dua gol penting yang memastikan Arsenal pulang dari Italia dengan tiga poin sekaligus status unggulan di fase gugur.
Baca Juga:Bodo Glimt Permalukan Manchester City, Guardiola Akui Timnya Sedang TerpurukJejak Panjang Korupsi di Kemenag: Dari Orde Lama hingga Gus Yaqut
Tambahan satu gol dari pemain pengganti Viktor Gyökeres di menit akhir semakin menegaskan dominasi The Gunners.
Arteta menyebut hasil ini sebagai bukti perkembangan mental dan karakter timnya di level tertinggi Eropa.
“Kami menunjukkan kedewasaan dan konsistensi. Menang di stadion seperti San Siro bukan hal mudah, tetapi para pemain tampil dengan keyakinan dan disiplin yang luar biasa,” ujar Arteta dikutip dari The Guardian Rabu, (21/1/2026).
Arsenal sempat mendapat tekanan ketika Inter menyamakan kedudukan lewat gol Petar Sucic di babak pertama, tak lama setelah Jesus membuka keunggulan.
Namun alih-alih goyah, tim tamu justru tampil lebih tenang dan terorganisir.
Gol kedua Gabriel Jesus kembali datang dari situasi bola mati yang menjadi kekuatan Arsenal sepanjang musim ini.
Itu menjadi gol ke-19 Arsenal dari skema sepak pojok di semua kompetisi, sebuah statistik yang menegaskan efektivitas mereka dalam memanfaatkan detail kecil.
Baca Juga:Kisah Cinta Bung Karno dengan Noni Belanda yang Berujung Penolakan PahitProfil Gayatri Rajapatni, Sosok Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit
“Mencetak dua gol di Liga Champions, apalagi di San Siro, adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” kata Gabriel Jesus.
“Yang terpenting adalah tim. Kami bekerja keras dan pantas berada di babak berikutnya.”
Gol penutup dari Viktor Gyökeres memastikan kemenangan Arsenal sekaligus memperpanjang rekor kemenangan tandang mereka di empat kompetisi berbeda.
Arteta menilai hal tersebut sebagai tanda Arsenal kini memiliki mental juara yang sebelumnya sering dipertanyakan.
“Kami belajar dari kegagalan musim lalu. Tim ini sekarang lebih sabar, lebih klinis, dan tahu kapan harus membunuh pertandingan,” tegas Arteta.
