Kenapa Para Nabi Banyak Diutus di Negara Arab yang Penuh Padang Pasir dan Tandus? Begini Penjelasan Lengkapnya

Pertanyaan mengapa Allah SWT banyak mengutus Nabi dan Rasul di wilayah Timur Tengah, khususnya kawasan Arab ya
Nabi di Utus di Kawasan Arab
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Pertanyaan mengapa Allah SWT banyak mengutus Nabi dan Rasul di wilayah Timur Tengah, khususnya kawasan Arab yang identik dengan padang pasir dan kondisi alam ekstrem, kerap muncul di tengah umat. Sekilas, wilayah ini tampak keras, tandus, dan jauh dari kesan makmur. Namun di balik itu semua, tersimpan hikmah besar yang menunjukkan betapa sempurnanya ketetapan Allah dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia.

Para ulama dan sejarawan sepakat bahwa pemilihan Timur Tengah sebagai pusat pengutusan para Nabi bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan keputusan ilahi yang sarat dengan pertimbangan strategis, peradaban, hingga spiritualitas manusia.

Letak Geografis Strategis, Titik Simpul Dunia

Secara geografis, Timur Tengah berada di posisi yang sangat strategis, menjadi titik temu tiga benua besar dunia: Asia, Afrika, dan Eropa. Sejak ribuan tahun lalu, wilayah ini telah menjadi jalur utama perdagangan internasional. Para pedagang dari Cina, India, Persia, hingga Mesir dan Romawi silih berganti melintasi kawasan tersebut.

Baca Juga:‎Geobag Tutup Tanggul Jebol di Muaragembong  ‎Real Madrid Siap Mati-matian Demi Tanda Tangan Pelatih Baru Jurgen Klopp

Posisi ini membuat setiap pesan, ajaran, atau risalah yang muncul di Timur Tengah memiliki peluang besar untuk menyebar dengan cepat. Wahyu yang diturunkan kepada para Nabi tidak hanya berhenti di satu komunitas, tetapi ikut terbawa oleh para musafir, kafilah dagang, dan bangsa-bangsa lain ke berbagai penjuru dunia.

Panggung Peradaban dan Kekuasaan Besar Dunia

Timur Tengah juga dikenal sebagai pusat peradaban besar dunia kuno. Wilayah seperti Irak, Suriah, Palestina, dan Mesir pernah menjadi rumah bagi kerajaan-kerajaan raksasa seperti Babilonia, Persia, Romawi Timur, hingga dinasti Firaun. Di sinilah pusat kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan pengaruh global berpusat pada masanya.

Mengutus para Nabi di tengah peradaban besar berarti menempatkan risalah langit langsung berhadapan dengan kekuatan dunia, kezaliman penguasa, dan kesombongan manusia. Risalah tersebut diuji, ditentang, namun juga disaksikan langsung oleh dunia yang sedang berada di puncak sejarahnya.

Alam Keras yang Menempa Karakter Manusia

Padang pasir yang gersang dan minim sumber daya justru membentuk karakter manusia yang tangguh. Kehidupan di alam keras menuntut ketahanan mental, keberanian, serta kejujuran. Tidak ada tempat bagi kepalsuan di tengah gurun; satu kesalahan kecil bisa berujung pada kematian.

0 Komentar