KBEONLINE.ID KARAWANG — Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi global.
Merek ponsel pintar OnePlus dikabarkan tengah menghentikan operasionalnya secara bertahap.
Induk perusahaan OnePlus, Oppo, disebut telah memulai proses penutupan yang berdampak pada pembatalan peluncuran produk hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai.
Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh media teknologi Android Headline, yang menyebut OnePlus kini hanya menjalankan aktivitas terbatas untuk memenuhi komitmen yang sudah ada.
Perusahaan disebut tidak lagi merencanakan pengembangan maupun peluncuran produk baru.
Baca Juga:Peneliti Ungkap Bahaya Kurang Tidur, Risiko Serangan Jantung Bisa Naik 33 PersenMohamed Salah Siap Kembali Perkuat Liverpool, Slot Tegaskan Tak Ada Masalah Internal
Android Headline menyatakan laporan tersebut dihimpun dari keterangan pegawai aktif dan mantan pegawai OnePlus di China serta sejumlah negara lain.
“Pengiriman anjlok. Kekuatan premium runtuh hanya dalam semalam. Kantor-kantor ditutup tanpa pengumuman. Kemitraan berakhir. Tim di negara Barat menyusut drastis. Peluncuran ponsel lipat dan flagship dibatalkan. Semua keputusan kini diambil oleh pusat,” tulis Android Headline, dikutip Rabu (21/1/2026).
Sinyal kemunduran OnePlus sebenarnya telah terlihat sejak beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Oppo juga melakukan restrukturisasi terhadap merek Realme, yang meski disebut sebagai langkah sinergi, berujung pada penutupan divisi riset dan pengembangan (R&D), pengurangan tenaga kerja, serta penggabungan sejumlah entitas bisnis.
Dari sisi kinerja pasar, laporan Omdia mencatat pengiriman ponsel OnePlus merosot lebih dari 20 persen sepanjang 2024, menjadi sekitar 14 juta unit.
Di India, salah satu pasar terbesar OnePlus sekitar 4.500 toko dilaporkan berhenti menjual produk OnePlus akibat margin keuntungan yang sangat tipis.
Data IDC juga menunjukkan pangsa pasar OnePlus di India menyusut signifikan, dari 6,1 persen menjadi 3,9 persen, menandakan tekanan berat di pasar smartphone yang semakin kompetitif.
Masalah OnePlus tak hanya berhenti di sisi bisnis. CEO OnePlus Pete Lau juga tengah menghadapi persoalan hukum di Taiwan.
Baca Juga:Mbappe dan Vinicius Pimpin Kebangkitan Real Madrid, Monaco Dibantai Enam Gol di BernabeuDominic Solanke Antar Tottenham Taklukkan Dortmund, Thomas Frank Tarik Napas Lega
Laporan Reuters menyebut Lau telah ditetapkan sebagai buronan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Shilin, Taiwan, terkait dugaan pelanggaran undang-undang yang mengatur hubungan Taiwan dengan China.
Jaksa menyatakan Pete Lau diduga merekrut sekitar 70 karyawan di Taiwan untuk aktivitas pengembangan, penelitian aplikasi ponsel, verifikasi, serta pengujian perangkat OnePlus.
