Peneliti Ungkap Bahaya Kurang Tidur, Risiko Serangan Jantung Bisa Naik 33 Persen

Kurang tidur kerap dianggap sepele, padahal berisiko bagi kesehatan jantung.
Kurang tidur kerap dianggap sepele, padahal berisiko bagi kesehatan jantung.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Banyak orang menganggap kurang tidur sebagai hal sepele.

Demi mengejar pekerjaan, hiburan, atau sekadar scroll media sosial hingga larut malam, waktu istirahat sering kali dikorbankan.

Padahal, kebiasaan ini diam-diam menyimpan ancaman serius bagi kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan, mengurangi waktu tidur hanya satu jam setiap malam dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 33 persen.

Baca Juga:Mohamed Salah Siap Kembali Perkuat Liverpool, Slot Tegaskan Tak Ada Masalah InternalMbappe dan Vinicius Pimpin Kebangkitan Real Madrid, Monaco Dibantai Enam Gol di Bernabeu

Fakta ini diungkap melalui unggahan akun Instagram PJN Harapan Kita, yang mengingatkan bahwa tidur bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan fondasi penting kesehatan jantung.

Risiko tersebut semakin besar pada orang yang terbiasa tidur kurang dari enam jam per malam.

American Heart Association menyebutkan, durasi tidur yang terlalu singkat berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Kurang tidur diketahui berkontribusi terhadap penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung.

Penumpukan ini membentuk plak yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah, sehingga memicu serangan jantung.

Tak hanya itu, gangguan tidur juga berkaitan dengan meningkatnya peradangan di dalam tubuh.

Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras setiap hari. Artinya, jika tubuh membutuhkan tidur 6–7 jam namun hanya mendapatkan 5 jam, jantung berada dalam kondisi stres berkepanjangan.

Beberapa kelompok berikut dinilai memiliki risiko lebih tinggi:

Tidur kurang dari 6 jam setiap malam

Sering begadang dan sulit mendapatkan tidur berkualitas

Mudah mengantuk dan lelah di siang hari

Baca Juga:Dominic Solanke Antar Tottenham Taklukkan Dortmund, Thomas Frank Tarik Napas LegaGabriel Jesus Wujudkan Mimpi di San Siro, Arsenal Lolos ke 16 Besar Liga Champions dengan Gaya

Memiliki faktor risiko lain seperti stres, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi

Para ahli menyarankan waktu tidur ideal berkisar 7–8 jam per malam.

Jika gangguan tidur terjadi secara berulang, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mencegah dampak jangka panjang.

Untuk menjaga kesehatan jantung, kualitas tidur perlu menjadi prioritas. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Membuat rutinitas santai sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang

Menjaga kondisi kamar tetap gelap dan sejuk

Menerapkan teknik relaksasi, seperti pernapasan 4-7-8 untuk menenangkan pikiran

Berolahraga secara teratur di siang atau sore hari guna menyeimbangkan jam biologis tubuh

0 Komentar