Dari hasil koordinasi, lanjut Muchlis, modifikasi cuaca akan dilakukan mulai pekan ini hingga beberapa hari ke depan. Namun dia berharap modifikasi cuaca akan terus dilanjutkan hingga potensi bencana berkurang.
“Saya sampaikan juga ke Pak Deputi, kan dijadwalkan sampai tanggal 24 Januari. Nah kalau bisa jangan hanya sampai tanggal 24. Sepanjang memang potensinya masih tinggi, agar terus dilakukan upaya-upaya modifikasi cuaca,” ungkapnya.
Upaya tersebut dinilai penting agar kondisi di lapangan tidak semakin berat, mengingat jumlah masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bekasi sudah cukup banyak.
Baca Juga:MusrenbangDes Tanjungsari Sinkronkan Usulan Desa dan Program Pemerintah Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tegaskan Harga LPG 3 Kg di Pandeglang Sesuai HET
“Paling tidak itu adalah upaya-upaya yang kita lakukan. Untuk tingkat efektivitasnya, tentu yang mengetahui secara persis adalah BNPB sebagai pihak yang melaksanakan kegiatan modifikasi cuaca tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Citarum, Jaya Sampurna mengatakan, jebolnya tanggul di Muaragembong disebabkan oleh sejumlah hal, di antaranya debit air yang tinggi di wilayah tengah.
“Debit air sendiri kalau dari hulu itu yang dari Jatiluhur itu sudah sangat kecil sekali, lalu yang dari Cipamingkis dan CBN itu sekitar 162 meter kubik per detik. Tapi kemudian meningkat Kedun gede itu 730 meter kubik per detik, nah ini tentu sangat signifikan sekali,” ucap dia.
Tingginya debit air di wilayah tengah menuju hilir disebabkan rob yang menahan alir air. “Selain karena memang curah hujan yang besar di kawasan ini yang terjadi, selain itu ada banjir rob yang menahan laju air, sehingga walaupun air di hulunya kecil, tetapi di sini kelihatan besar,” kata dia.
Penyebab lainnya yakni kondisi tanah di Muaragembong yang berasal dari endapan sehingga rawan bergeser. “Memang tanah di wilayah Muaragembong dan sekitar ini tanah alupial, tanah alupial itu tanah yang berasal dari endapan, sehingga penanganannya memang harus sedikit ekstra sekali. Walaupun menggunakan sispel, repetment, segala macam, tapi kalau kondisinya air besar, itu banyak yang collapse juga. Nah ini tentu kita harus didukung dengan perencanaan yang baik,” kata dia.
