Dari sisi dampak ekonomi, banjir turut memengaruhi sektor pertanian. Sekitar 1.800 hektare sawah terdampak, namun hanya sekitar 30 hingga 40 persen yang memasuki masa panen. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan karpet untuk melindungi hasil panen.
Bupati Aep juga memastikan bahwa gabah petani tetap diserap oleh Bulog meskipun dalam kondisi basah, dengan harga yang tetap sesuai ketentuan. Untuk lahan yang belum memasuki masa panen, pemerintah akan menyalurkan bantuan bibit guna mendukung musim tanam berikutnya.
Ke depan, Pemkab Karawang akan melakukan penanganan pascabanjir dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), serta Kementerian PUPR. Terkait rekayasa cuaca, Aep menilai langkah tersebut belum diperlukan karena kondisi masih dapat tertangani, selain mempertimbangkan biaya yang sangat besar.(Aufa)
