Bela Diri, KDM Bantah Rumah Panggung Karanglinggar Kebanjiran dan Sebut Masih Bisa Ditinggali

Rumah Panggung Program KDM di Desa Karanglinggar Kebanjiran
Rumah Panggung Program KDM di Desa Karanglinggar Kebanjiran
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membela diri dan membantah jika rumah panggung yang Pemprov Jawa Barat bangun di Karawangligar kebanjiran. Pria yang biasa disapa KDM ini berdalih video yang beredar dengan narasi rumah panggung terendam banjir hanya menampilkan sudut gambar yang tidak memperlihatkan bangunan rumah panggung secara utuh.

“Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali. Rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena angle-nya rumah di samping rumah panggung yang saya bangun,” kata gubernur yang akrab disapa KDM tersebut, Rabu (21/1/2026).

KDM menjelaskan, rumah panggung yang dibangun pemerintah provinsi di kawasan tersebut memang dirancang dengan ketinggian tertentu agar aman dari genangan banjir. Menurutnya, rumah-rumah tersebut masih dapat ditempati, berbeda dengan rumah warga di sekitarnya yang terendam hingga atap.

Baca Juga:Gebrakan Awal Tahun, Bupati Karawang Resmikan Jembatan Baru Parakan, Pastikan Pembangunan Merata‎Mau Dapat Uang 1 Miliar Perdana? Begini Panduan Lengkap Menyusunnya dari Nol hingga Tembus Angka Fantastis ‎

“Rumah panggung yang dibangun itu memang ukurannya tinggi, sehingga masih bisa ditinggali meskipun banjir,” katanya.

KDM menilai, video yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi rumah panggung secara utuh. Pasalnya, fokus pengambilan gambar lebih menyorot rumah-rumah non-panggung di sekitarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah sebenarnya telah menawarkan relokasi kepada warga yang tinggal di kawasan rawan banjir sejak dirinya dilantik sebagai gubernur. Namun, tawaran tersebut tidak diterima seluruh warga.

KDM juga mengaku sempat meminta data lengkap rumah-rumah yang berada di wilayah rawan banjir tersebut untuk keperluan penanganan. Namun, data yang diminta tidak sepenuhnya diberikan.

“Saya sempat minta data semua rumah yang berada di daerah sana yang rawan banjir. Tapi kades tidak memberikan semuanya,” tukas KDM.

Sebelumnya diketahui, rumah panggung yang direncanakan menjadi pemukiman yang terbebas banjir di Desa Karangligar memang belum rampung seluruhnya. Baru sekitar 20 rumah yang rampung dan meski belum diserahterimakan kepada warga, tapi sudah ditempati oleh warga calon penerima bangunan. Namun ketika banjir tiba di awal tahun 2026 ini, rumah panggunng itu justru terlahap air. Rumah panggung terendam air banjir bahkan ketinggiannya mencapai atap rumah panggung,

0 Komentar