Fenomena Tanah Bergerak Rusak Rumah di Cikarang Selatan

Tanah Bergerak
Fenomena Tanah Bergerak Rusak Rumah di Cikarang Selatan.
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Fenomena tanah bergerak akibat hujan deras merusak sedikitnya empat rumah warga di Komplek Kodam RT 04 RW 02, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dengan tingkat kerusakan bervariasi hingga lantai rumah amblas sedalam 70 sentimeter.

Kondisi terparah dialami rumah yang dihuni keluarga Rahmat (50). Ia menuturkan detik-detik mencekam saat rumah yang telah ditempati keluarganya selama puluhan tahun itu mulai bergeser dan retak akibat pergerakan tanah yang terjadi secara masif.

“Kejadiannya pas hujan hari Minggu jam 11 malam. Saya lagi tidur, anak-anak yang di depan dibangunin sama bapaknya. Pas malam ubin masih rapat, pas pagi tahu-tahu lantai sudah amblas,” kata Rahmat saat ditemui di Cikarang Selatan, Kamis (22/1).

Baca Juga:10 Ide Jualan Kolak Kekinian untuk Takjil Ramadhan 2026 yang Bisa Menjadi Inspirasi Bisnis KamuSadim Firdaus, Pemuda Jayasampurna Serang Baru Berencana Nyalon Kades

Rahmat menjelaskan, saat kejadian terdengar suara gesekan bangunan akibat pergerakan tanah, terutama dari rumah tetangganya. Bahkan pagar rumahnya perlahan ikut bergerak turun mengikuti kemiringan tanah. Kondisi tersebut membuat keluarganya harus selalu waspada, terutama ketika hujan kembali turun.

“Sekarang tanahnya tambah dalam turunnya, sudah sampai 70 sentimeter. Suami saya sampai lari bawa kayu buat ngeganjel bangunan. Tanah di sini sudah gembur sekali. Kalau sampai rubuh, saya sudah siap-siap lewat pintu belakang buat nyelametin diri,” ujarnya.

Akibat tanah bergerak tersebut, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada rumah yang bagian belakangnya amblas, hingga teras rumah yang turun mendekati badan jalan. Selain itu, akses jalan penghubung yang biasa dilalui warga kini tidak dapat dilalui kendaraan.

“Awalnya cuma retak di bagian depan rumah. Tambah parah Minggu (18/1) pagi,” tutur Rahmat.

Ia mengaku telah menempati rumah tersebut selama 45 tahun dan baru kali ini mengalami peristiwa longsor dan tanah bergerak dengan dampak separah ini. Warga setempat menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa dan Kodim setempat, mengingat lokasi terdampak berada di lingkungan komplek militer. Namun hingga kini warga masih kebingungan terkait biaya perbaikan rumah.

“Kata desa benerin harus sendiri, tapi duit dari mana kita? Kami berharap ada perhatian karena ini murni bencana alam, apalagi tanahnya masih terus bergerak,” keluh Rahmat.

0 Komentar