UPDATE Banjir Karawang: 10 Desa di 5 Kecamatan Masih Tergenang

Banjir karawang
Hujan deras yang mengguyur Karawang memicu peningkatan debit Sungai Cidawolong hingga menimbulkan arus balik ke permukiman warga
0 Komentar

KBEonline.id- Banjir di Karawang berangsur surut, 10 Titik di lima Kecamatan masih tergenang.

Banjir yang melanda Kabupaten Karawang mulai berangsur surut. Dari 35 desa di 15 kecamatan yang sebelumnya terdampak, kini tersisa 10 titik di lima kecamatan yang masih dilaporkan tergenang.

Seiring dengan menurunnya debit air, warga yang sempat mengungsi pun mulai kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga:Somplak, Kepergok Mencuri Damai di Kantor Desa Medangasem, Pulangnya Malah Bawa Temen Rusak Rumah KorbanProyek Tol Japek 2, Warga Burangkeng Protes, Muncul Opsi Relokasi Lahan SDN 04 Tak Sesuai Rekomendasi Desa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, menyebutkan bahwa genangan air yang belum surut tersebar di sejumlah wilayah.

Titik banjir tersebut berada di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat; Desa Kalangsari, Kertasari, dan Rengasdengklok Utara di Kecamatan Rengasdengklok; Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat; Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur; serta Desa Kutamakmur, Srijaya, Srikamulyan, dan Tambaksumur di Kecamatan Tirtajaya.

“Di 10 titik tersebut tercatat sebanyak 815 rumah terdampak, dengan total 1.033 kepala keluarga atau 3.482 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 90 balita dan 52 lansia. Sementara itu, di wilayah yang genangan airnya mulai surut, warga yang sebelumnya dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Usep, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 250 cm. Data tersebut merupakan laporan terbaru per 21 Januari 2026.

Usep menambahkan, banjir dan cuaca ekstrem di Kabupaten Karawang terjadi dalam rentang waktu 12 hingga 21 Januari 2026. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 15.714 kepala keluarga atau sekitar 37.646 jiwa.

“Bencana banjir tercatat melanda 15 kecamatan yang tersebar di 35 desa. Sementara kejadian cuaca ekstrem terjadi di 13 kecamatan dan 14 desa,” katanya.

Dari total kejadian tersebut, banjir berdampak pada 15.678 KK atau 37.513 jiwa, sedangkan cuaca ekstrem berdampak pada 36 KK atau 133 jiwa. BPBD juga mencatat sebanyak 9.091 rumah terendam banjir.

Baca Juga:TRAGIS, Hilang Dua Hari, Warga Sukadami Cikarang Selatan Ternyata Ditemukan Tewas di Sumur Mubes IMHJB 2026 Tetapkan Goy Sebagai Ketua Umum Periode 2026–2029

“Dari jumlah itu, 24 rumah mengalami kerusakan ringan, 19 rumah rusak sedang, dan 15 rumah rusak berat,” jelas Usep.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, mengungkapkan bahwa pada awal kejadian banjir dan cuaca ekstrem hanya terjadi di tujuh kecamatan, yakni Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Jayakerta, Cibuaya, Telukjambe Barat, dan Rengasdengklok.

0 Komentar