Aktivitas Perburuan Liar di Laporkan, Macan Tutul di Pegunungan Sanggabuana Diduga Terluka

Perburuan Liar
Aktivitas Perburuan Liar di Laporkan, Macan Tutul di Pegunungan Sanggabuana Diduga Terluka. --KBEonline.id--
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID – Penelitian ilmiah terkait populasi macan tutul di kawasan Pegunungan Sanggabuana mengungkap adanya dugaan aktivitas perburuan liar yang mengancam keberlangsungan satwa dilindungi tersebut. Temuan ini diperoleh dari hasil pemantauan menggunakan kamera jebak (camera trap) yang dilakukan oleh tim gabungan sejak Februari tahun lalu.

Dansattar Menlatpur Kostrad, Wisnu B, menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilakukan secara ilmiah dengan tahapan yang terukur. Tim gabungan dibentuk untuk melakukan pemasangan kamera trap di sejumlah titik strategis guna mendata populasi macan tutul di kawasan tersebut.

Pada enam bulan pertama, data yang dikumpulkan dari kamera trap menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan analisis pola tutul, tim peneliti mengidentifikasi sedikitnya 19 individu macan tutul yang hidup di kawasan Pegunungan Sanggabuana.

Baca Juga:Empat Rekomendasi Film Korea yang Tayang Februari 2026, Ada Romance hingga Spy ActionSIKAT! 35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 23 Januari 2026 Lengkap Cara Klaim

Setelah tahap awal selesai, kamera trap kemudian direlokasi ke lokasi lain sekitar Oktober 2025.

“Dari hasil relokasi tersebut, tim menemukan rekaman seekor macan tutul dengan kondisi kaki yang terluka. Penyebab luka tersebut belum dapat dipastikan, namun kuat dugaan berkaitan dengan aktivitas perburuan,” ujarnya pada Jumat (23/1/2026).

Selain merekam satwa liar, kamera trap juga menangkap keberadaan pemburu yang beberapa kali terekam berada di lokasi penelitian.

“Salah satu rekaman menunjukkan adanya upaya melepas kamera trap meskipun alat tersebut telah diberi label kepemilikan resmi,” lanjut Wisnu.

Berdasarkan temuan tersebut, tim gabungan melaporkan adanya aktivitas perburuan di kawasan Pegunungan Sanggabuana kepada Polres Karawang. Laporan ini diharapkan menjadi dasar penegakan hukum sekaligus edukasi bagi masyarakat agar tidak melakukan perburuan terhadap satwa dilindungi.

Wisnu menegaskan bahwa pihaknya bersama Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) berkomitmen penuh terhadap upaya pelestarian lingkungan. Dalam waktu dekat, tim patroli gabungan akan dibentuk untuk menyisir keberadaan macan tutul yang diduga terluka dan kini dalam kondisi kurus.

“Jika macan tutul tersebut sudah pincang, maka ia tidak dapat berburu dan berpotensi mengalami kematian,” ujarnya.

Baca Juga:20+ Kode Redeem Free Fire Terbaru 23 Januari 2026 Lengkap Cara Klaim, Ada Skin, Diamond dan Bundle Gratis!Sering Dibuang Usai Diambil Dagingnya! Ternyata Ini Manfaat Kulit Alpukat untuk Wajah yang Jarang Diketahui

Tim akan berupaya menemukan satwa tersebut, baik dalam kondisi hidup maupun mati, untuk keperluan pelaporan dan penanganan lebih lanjut.

0 Komentar