Namun euforia pra-pertandingan cepat menguap. Forest melakukan tujuh perubahan pemain dan kelemahan paling mencolok terlihat di lini serang.
Tanpa penyerang murni, Forest tampak tumpul. Igor Jesus absen karena cedera pinggul, Chris Wood masih menepi pascaoperasi lutut, Taiwo Awoniyi tak bisa dimainkan, sementara Arnaud Kalimuendo sudah dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt.
Akibatnya, Dan Ndoye seorang winger—harus diplot sebagai ujung tombak, dan minimnya daya gedor terlihat jelas sepanjang laga.
Baca Juga:Batal ke Persib, Maarten Paes Merapat ke Persija?Persija Masih Cari Tambahan Amunisi, Pemain Diaspora Jadi Prioritas
Forest disebut tengah mengupayakan peminjaman striker Napoli, Lorenzo Lucca, yang sudah terbang ke Inggris untuk merampungkan transfer. Mereka memang butuh suntikan energi, dan secepatnya.
Peluang emas Forest datang lima menit setelah babak kedua dimulai ketika James McAtee dijatuhkan di kotak penalti.
Setelah pengecekan VAR yang cukup lama, Gibbs-White maju sebagai eksekutor.
Namun tendangan kaki kanannya lemah dan mudah dibaca Hornicek, yang menepis bola dengan satu tangan.
Beberapa saat kemudian, bencana datang. Braga melakukan serangan balik cepat dan gol bunuh diri Yates menjadi penentu.
Forest sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh Ola Aina yang membentur mistar, namun peluang itu justru menegaskan betapa mereka kehabisan ide. Braga bahkan nyaris menambah gol melalui Pau Víctor.
Upaya Forest di sisa laga tak cukup untuk mengubah keadaan.
