Jam operasional Gubak Hills Café dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi pengunjung. Kafe ini buka Selasa hingga Jumat mulai pukul 11.00 siang hingga pukul 22.00 malam. Pada akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu, kafe mulai melayani pengunjung lebih awal, yakni pukul 10.00 pagi hingga pukul 22.00 malam, dan tutup pada hari Senin. Jam operasional cukup panjang, kafe ini memberi banyak waktu bagi pengunjung untuk menikmati suasana, baik di siang maupun malam hari.
3. Cafe Cukunyinyi, Tempat healing terjangkau
Berjarak sekitar 30 menit dari Bandar Lampung, Provinsi Lampung, kawasan wisata mangrove ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang sedang mencari ketenangan, tempat untuk mikir, rehat sejenak, atau sekadar diam.
Begitu sampai di gerbang bertuliskan Wisata Mangrove Cukunyinyi, suasana langsung berubah, jadi lebih tenang.
Baca Juga:7 Tempat Wisata Karawang untuk Introvert, Bikin Tenang dan Relaks!Aktivitas Perburuan Liar di Laporkan, Macan Tutul di Pegunungan Sanggabuana Diduga Terluka
Masuk ke kawasan ini, pengunjung akan disambut pemandangan pondokan kayu dan dermagasederhana yang menghadap ke perairan tenang. Dengan tiket masuk hanya Rp15.000, kamu sudah bisa menikmati udara sejuk dan hutan mangrove yang masih terjaga.
Pondokan-pondokan kecil di tepi dermaga jadi tempat favorit buat duduk santai, mengamati air, atau sekadar bengong tanpa gangguan. Tidak ada musik keras atau keramaian berlebih, hanya suara alam dan kicauan burung yang menemani.
Wisata Mangrove Cukunyinyi dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Waktuterbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00, saat suasana masih sejukdan kawasan terasa sangat tenang.
Sementara itu, sore hari pukul 15.00-17.00 jadi favorit para pengunjung, karena mereka bisa menikmati cahaya senja dan suasana matahari terbenam yang perlahan turun di balik mangrove.
Salah satu bagian paling menenangkan di Cukunyinyi adalah jalan kayu yang membelah hutanmangrove. Jalur ini memungkinkan pengunjung berjalan pelan di antara rimbunnya pohon, seolah memberi ruang buat pikiran ikut melambat. Cocok buat introvert yang butuh ruang sendiri tanpa harus benar-benar sendirian.
Di area tertentu, pengunjung juga bisa ikut kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan dengan pendampingan petugas. Aktivitas ini sederhana tapi punya makna besar, bukan cuma soal menanam, tapi juga belajar menjaga ekosistem pesisir.
