Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Persib serius bersaing, tidak hanya di kompetisi domestik, tetapi juga di level Asia seperti ACL-2.
Lebih dari Sekadar Taktik dan Teknik
Riphan menegaskan bahwa dampak Kurzawa tidak berhenti di aspek permainan semata. Kehadiran pemain dengan jam terbang tinggi membawa efek psikologis yang besar bagi tim.
“Ini bukan cuma soal teknik dan taktik. Ini sikap, ini aura Persib ke tim lain. Persib menunjukkan bahwa mereka tim besar dan siap meraih prestasi di dua kompetisi,” katanya.
Baca Juga:Nilai Pasar Boleh Turun, Tapi Kurzawa Siap Buktikan Magis Eropa di Persib BandungBukan Sekadar Usia, Ini Skill yang Wajib Dimiliki Cowok Dewasa agar Hidup Lebih Tertata
Kondisi Fisik Masih Layak untuk Liga Indonesia
Meski mengakui adanya catatan soal kebugaran Kurzawa, Riphan menilai kondisi tersebut masih sangat memadai untuk kebutuhan Liga Indonesia dan ACL-2.
“Kalau untuk Liga Indonesia dan ACL-2, masih oke. Dulu Persib juga pernah datangkan Marcos Flores yang tidak terlalu fit, tapi tetap jago di Liga Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Persib sebelumnya pernah mendatangkan pemain bintang dengan kondisi fisik beragam, seperti Marcos Flores, Carlton Cole, hingga Michael Essien.
Fleksibilitas Posisi Jadi Keunggulan
Menurut Riphan, kelebihan utama Kurzawa adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi. Selain bek kiri, ia bisa mengisi bek tengah hingga sayap kiri.
“Secara posisi dia bisa bantu banyak, mirip Barba sekarang. Bisa bek kiri, bek tengah, bahkan sayap kiri,” kata Riphan.
Kondisi ini dinilai menguntungkan Persib, terutama setelah ditinggal Rezaldi dan Hamra.
Persaingan Sehat dan Mental Tim Meningkat
Kehadiran Kurzawa juga menciptakan persaingan sehat di lini belakang. Federico Barba yang sebelumnya bisa mengisi bek kiri kini mendapat tantangan baru.
Baca Juga:LSM GMBI Kabupaten Bekasi Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Kabupaten BekasiAnalisis Dampak Positif dan Negatif Persib Bandung Merekrut Pemain Bintang Eropa Layvin Kurzawa
“Untuk mentalitas dan persaingan di belakang jadi bagus,” ujarnya.
Lebih jauh, Riphan menilai kehadiran Kurzawa membuka opsi taktikal lain, termasuk kemungkinan menggeser Eliano ke lini tengah jika dibutuhkan.
“Dengan adanya Kurzawa, satu kebutuhan terjawab. Eliano bisa fokus ke gelandang jika memang dibutuhkan, misalnya kalau Pelupessy tidak jadi bergabung,” katanya.
