Banjir Seleher Rendam Rumah Subsidi Jokowi, Warga Ultimatum Developer dan Pemerintah 

Rumah Subsidi Jokowi Terendam Banjir
Banjir Seleher Rendam Rumah Subsidi Jokowi, Warga Ultimatum Developer dan Pemerintah. --KBEonline.id--
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Banjir yang terus meninggi hingga mencapai seleher orang dewasa kembali merendam Perumahan Villa Kencana Cikarang 2, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Kawasan rumah subsidi yang pernah diresmikan Presiden Joko Widodo itu kembali dilanda banjir parah.

Kesabaran warga pun habis. Mereka menggelar aksi damai dan mengultimatum pengembang serta pemerintah agar memberi kepastian penanganan banjir dalam waktu 2×24 jam.

Warga menilai banjir yang terjadi bukan lagi bencana alam semata, melainkan dampak dari kesalahan tata ruang dan lemahnya pengawasan pembangunan perumahan. Dari tahun ke tahun, ketinggian air terus meningkat dan merendam hampir seluruh kawasan permukiman.

Baca Juga:Masalah Banjir Tak Pernah Selesai, Kepala Daerah Dibuat Pusing10 Ide Jualan Makanan Kekinian untuk Takjil Ramadhan 2026, Dijamin Laris Manis

Perwakilan warga, Asnia Pane, mengatakan banjir yang melanda Villa Kencana Cikarang 2 terjadi berulang dan semakin parah. Jika sebelumnya genangan hanya setinggi pinggang, kini air sudah mencapai dada bahkan seleher orang dewasa.

“Dulu banjir sepinggang, sekarang sudah sedada, bahkan ada yang sampai seleher. Ini bukan musibah biasa, tapi akibat kelalaian yang terus dibiarkan,” ujar Asnia kepada Cikarang Ekspres, Minggu (25/1).

Menurutnya, aksi yang dilakukan warga bersifat damai sebagai bentuk peringatan. Namun warga memberi batas waktu 2×24 jam kepada pihak pengembang dan pemerintah untuk memberikan kepastian penanganan banjir.

“Kalau tidak ada konfirmasi dari developer dan pemerintah, aksi akan dilanjutkan sampai masalah ini benar-benar selesai,” tegasnya.

Asnia menyoroti pembangunan perumahan yang terus dilakukan di kawasan dataran rendah tanpa perencanaan lingkungan yang matang. Ia menilai, meski wilayah tersebut rawan genangan, izin pembangunan rumah subsidi justru terus dikeluarkan.

“Ini rumah subsidi program pemerintah, bahkan pernah diresmikan Presiden Joko Widodo. Kalau sudah tahu kawasan ini rendah dan rawan banjir, kenapa izin perumahan lain masih diberikan di lokasi yang sama?” katanya.

Ia menegaskan, dampak pembangunan tersebut tidak hanya dirasakan penghuni perumahan, tetapi juga warga di permukiman sekitar akibat limpahan air yang tidak tertampung.

Baca Juga:Daftar Lengkap Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, 25 Januari 2026Insiden Pohon Tumbang Menimpa Sarfas SPBU 34.104.02, Pertamina RJBB Ligat Lakukan Penanganan

Karena itu, warga menuntut tanggung jawab bersama antara pengembang dan pemerintah sebagai pemberi izin. Mereka juga meminta mediasi resmi yang menghadirkan kedua pihak.

0 Komentar