‎Kopri PMII Karawang : Pembangunan Kepemudaan Harus Adil bagi Pemuda Perempuan

Ketua KOPRI PMII Karawang Andini Septi Salsadilla
Ketua KOPRI PMII Karawang Andini Septi Salsadilla
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Kabupaten Karawang menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Namun dalam praktiknya, pemuda perempuan dinilai masih belum sepenuhnya mendapatkan ruang, fasilitas, serta perhatian yang setara dalam kebijakan kepemudaan di Karawang.

‎Hal tersebut disampaikan Ketua KOPRI PMII Kabupaten Karawang, Andini Septi Salsadilla, yang menilai kebijakan kepemudaan selama ini masih belum sensitif terhadap kebutuhan khusus pemuda perempuan.

‎“Jumlah pemuda yang besar seharusnya menjadi modal sosial yang sangat berharga. Sayangnya, kebijakan yang ada masih cenderung memandang pemuda sebagai kelompok yang homogen, tanpa melihat realitas dan tantangan yang dihadapi pemuda perempuan,” ujarnya.

Baca Juga:‎Resmi! Ini Starting XI Persib Bandung vs PSBS Biak, Ramon Tanque Tak Masuk Line-Up Benarkah ke Arema? ‎‎PERSIB DAY! Wajib Menang Lawan PSBS Biak Demi Amankan Posisi Puncak, Apakah Joey dan Maarten Paes Diumumkan?

‎Akibatnya, lanjut Andini, banyak program kepemudaan yang belum benar-benar menjawab persoalan perempuan muda, baik dalam aspek pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga perlindungan di ruang publik maupun dunia kerja.

‎KOPRI PMII juga menyoroti masih terbatasnya fasilitas yang ramah perempuan. Akses terhadap pelatihan peningkatan kapasitas, ruang aman untuk berorganisasi dan berekspresi, serta dukungan agar pemuda perempuan terlibat dalam proses pengambilan keputusan dinilai masih minim. Padahal, tanpa fasilitas yang memadai, pemuda perempuan akan sulit berkembang dan berkontribusi secara optimal.

‎Selain itu, masuknya investasi dan pesatnya perkembangan sektor industri di Karawang juga perlu dikritisi dari perspektif perempuan. Banyak pemuda perempuan terserap sebagai tenaga kerja, namun belum diiringi dengan jaminan peningkatan kualitas, keamanan kerja, serta peluang pengembangan diri yang berkelanjutan. Jika kondisi ini dibiarkan, pemuda perempuan berpotensi terus berada dalam posisi rentan dan tersisih dari proses pembangunan.

‎KOPRI PMII berpandangan bahwa pembangunan kepemudaan harus dirancang secara lebih adil dan berkelanjutan. Diperlukan arah kebijakan yang jelas, berbasis pada kebutuhan nyata pemuda perempuan, serta didukung pengalokasian anggaran yang tepat sasaran. Tanpa itu, program kepemudaan dikhawatirkan hanya bersifat seremonial tanpa dampak jangka panjang.

0 Komentar