Oleh karena itu, KOPRI PMII Kabupaten Karawang mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk melakukan evaluasi serius terhadap kebijakan serta anggaran kepemudaan. KOPRI PMII juga menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam ruang dialog dan pengawasan agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada penguatan kapasitas pemuda perempuan.
“Bagi kami, pemuda perempuan bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan bagian penting dalam menentukan arah masa depan Karawang. Pembangunan yang mengabaikan keadilan dan kebutuhan perempuan muda hanya akan melahirkan ketimpangan baru,” pungkas Andini.
