Tinjau Posko Banjir Purwadana, Saan Mustopa Pastikan Logistik dan Layanan Pengungsi Terpenuhi

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa,
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Komplek Perumahan Resinda, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.
0 Komentar

KBEonline.id, KARAWANG – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Komplek Perumahan Resinda, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu, (25/1/2026).

Dalam kunjungannya, Saan memastikan penanganan pengungsi berjalan dengan baik serta menyoroti pentingnya normalisasi Sungai Citarum sebagai solusi jangka panjang banjir.

Saan menyebutkan, banjir yang melanda wilayah tersebut berdampak pada dua desa, yakni Desa Purwadana dan Desa Sukamakmur, dengan jumlah pengungsi hampir mencapai seribu orang. Hingga saat ini, sebagian besar rumah warga masih terendam sehingga warga terpaksa bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga:Bukan Cuma Bawa Sembako, ASN Karawang Beli Pampers, Pembalut hingga Susu Formula untuk Para Korban BanjirAlfamart Perluas Program Sahabat Posyandu, Kolaborasi dengan WINGS Group Jangkau Ribuan Ibu dan Balita

“Ini dari dua desa, Purwadana dan Sukamakmur, hampir seribuan pengungsi. Kondisi rumah mereka masih terendam, sehingga sementara berada di pengungsian,” kata Saan.

Ia menjelaskan, pemerintah desa, BPBD, hingga pemerintah daerah telah menyediakan dapur umum bagi para pengungsi. Menurutnya, bantuan berupa bahan pangan mentah belum bisa disalurkan karena warga tidak memungkinkan untuk memasak sendiri.

“Selama mengungsi, semua kebutuhan kesehatan dan makanan disediakan. Di sini ada anak-anak, lansia, dan juga warga yang sakit. Tapi pelayanan kesehatan dari puskesmas tersedia,” ujarnya.

Saan menilai, penanganan pengungsi di posko tersebut sudah cukup memadai. Baik dari sisi logistik maupun layanan kesehatan, seluruh kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi.

“Dari sisi penanganan ini sangat memadai. Logistik ada, layanan kesehatan juga ada,” tambahnya.

Meski genangan air sempat surut, Saan menyebut kondisi ketinggian air masih fluktuatif. Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh naiknya debit Sungai Citarum akibat hujan deras di wilayah hulu.

“Di sini memang tidak hujan, tapi di hulunya hujan deras. Air makin tinggi dan menggenangi permukiman karena ada pendangkalan. Selain penanganan banjir di Karangligar, perlu juga normalisasi,” tegasnya.

Baca Juga:Cerita Bupati Karawang Menjaga Daerahnya Sebagai Tulang Punggung Swasembada Pangan IndonesiaPerkuat Ekonomi Putih, MES Bersama Bappeda dan Kampus Kawal Karawang Bebas Riba

Menurut Saan, pendangkalan sungai menyebabkan daya tampung air dari hulu hingga hilir, termasuk Karawang, Bekasi, hingga muara pembuangan tidak optimal. Karena itu, ia mendorong BBWS Citarum untuk segera melakukan normalisasi sungai, penertiban bangunan di bantaran, serta penghijauan.

0 Komentar