Akuisisi EA oleh Arab Saudi Bikin Kongres AS Gerah

Akuisisi EA oleh Arab Saudi Bikin Kongres AS Gerah
Akuisisi EA oleh Arab Saudi Bikin Kongres AS Gerah
0 Komentar

KBEOnline.id – Rencana pembelian Electronic Arts oleh konsorsium yang dipimpin Public Investment Fund Arab Saudi benar-benar bikin Kongres Amerika Serikat panas dingin. Ada 46 anggota Kongres yang langsung mengirim surat ke Federal Trade Commission (FTC), minta supaya kesepakatan ini nggak lewat tanpa pengawasan superketat.

Nominal akuisisinya gila-gilaan—sekitar USD 55 miliar, atau sekitar 923 triliun rupiah. Kalau jadi, EA bakal berubah status jadi perusahaan privat. Di balik konsorsium itu, PIF dan Silver Lake jadi pemain utama. Walaupun para pemegang saham EA sudah setuju, prosesnya masih jauh dari selesai. Izin dari regulator global masih jadi kunci terakhir.

Dalam surat terbuka ke Ketua FTC, Andrew Ferguson, para legislator terang-terangan bilang mereka khawatir. Masalah utamanya? Dampak ke tenaga kerja dan iklim persaingan di industri game. Industri game memang lagi rapuh, bisa dilihat dari gelombang PHK massal yang terjadi beberapa tahun belakangan, termasuk di EA sendiri.

Baca Juga:Remake Resident Evil Code Veronica Dirumorkan Rilis 2027Beast of Reincarnation Buka Banyak Detail Baru & Bocor Jadwal Rilis

Poin paling panas ada di soal pembiayaan akuisisi. Kalau deal ini jalan, EA bakal nanggung utang sekitar USD 20 miliar. Anggota Kongres menilai beban segede ini bisa bikin perusahaan terpaksa melakukan penghematan brutal—mulai dari PHK tambahan, nutup studio, sampai mindahin pekerjaan ke luar Amerika.

Ada juga kekhawatiran soal persaingan usaha. Pola kepemilikan silang dalam konsorsium ini dianggap rawan bikin praktik anti-kompetitif, apalagi di ranah game olahraga dan hiburan digital—dua sektor yang selama ini jadi andalan EA. Kalau dibiarkan, situasi ini bisa bikin ruang gerak pekerja makin sempit dan posisi tawar talenta kreatif makin lemah.

Sebenarnya, rasa ragu terhadap akuisisi ini sudah lama beredar di kalangan industri dan komunitas gamer. Banyak yang mempertanyakan apa jadinya kalau PIF pegang kendali, dari arah kreatif sampai independensi studio. Meski EA dan beberapa studio internal seperti Maxis sering bilang mereka masih bebas berkreasi, skeptisisme tetap belum pergi.

Sekarang, semua mata tertuju ke FTC dan para regulator global. Keputusan mereka bakal jadi penentu: apakah akuisisi raksasa ini lanjut, atau justru jadi sinyal pemerintah mulai bertindak tegas terhadap transaksi jumbo di dunia game. (*)

0 Komentar