Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali dengan soft skill seperti pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, serta dasar kewirausahaan, guna membentuk lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki mental siap kerja dan mandiri.
Kepala SMKN 3 Karawang, Dra. Ade Mardiah Hayati, M.Pd., menilai program Sharp Class sebagai model kolaborasi yang ideal dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi. Program Sharp Class memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri.
Materi yang diajarkan, metode praktik, serta keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa kami memahami standar kerja yang sesungguhnya. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi industri dan sekolah dapat meningkatkan kualitas lulusan SMK.
Baca Juga:16 Kode Redeem Free Fire Hari Ini 26 Januari 2026 Lengkap Cara Klaim, Serbu Sebelum Expired!Nyari HP Infinix Murah? Coba 7 Rekomendasi HP Infinix Terbaru 2026 Ini, Spesifikasi Tinggi Harga Ramah Kantong
Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 dan hingga kini telah diimplementasikan di dua puluh empat SMK di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, dan kota-kota lainnya di pulau Jawa Sumatera dan Sulawesi.
Hingga saat ini, 893 siswa telah mengikuti program Sharp Class, dengan 83 lulusan di antaranya bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia, sementara lainnya berkarier di perusahaan nasional, internasional, serta mengembangkan usaha mandiri.
Melalui keberlanjutan Program Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan vokasi, memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia, serta mendorong terciptanya SDM unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.
“Kolaborasi ini akan terus digelar ke lebih banyak SMK di berbagai daerah di Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas lagi dan berkelanjutan,” tutup Lise.
