Waspadai Hidden Hunger: Anak Tampak Sehat Ternyata Kurang Gizi 

Waspadai Hidden Hunger
Waspadai Hidden Hunger
0 Komentar

Masalah nutrisi anak kerap tidak terdeteksi karena gejalanya tidak selalu kasat mata. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua antara lain:

· Anak mudah lelah dan sulit konsentrasi

· Sariawan berulang atau gusi mudah berdarah

· Rambut kusam, mudah rontok, dan kuku rapuh

· Anak sering sakit atau mengalami infeksi berulang

“Anak bisa terlihat sehat dan aktif, tapi secara biologis tubuhnya kekurangan zat gizi penting. Inilah yang disebut hidden hunger. Gejala-gejala ini sering dianggap sepele atau bagian dari fase tumbuh kembang, padahal bisa menjadi sinyal awal malnutrisi,” tambahnya.

Karena itu, skrining gizi rutin menjadi penting, meskipun anak terlihat sehat dan aktif. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi hidden hunger sejak dini, memantau pertumbuhan jangka panjang, serta mencegah stunting terselubung, obesitas, dan penyakit tidak menular di masa depan.

Baca Juga:HPN 2026 Menteri Fadli Zon Akan Letakkan Batu Pertama Museum Siber di BantenRSUD Karawang Sediakan Terapi Batu Ginjal Tanpa Operasi, Cek Keunggulannya

Skrining gizi yang ideal meliputi:

· Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lengan)

· Pemeriksaan fisik (kulit, rambut, mulut, konjungtiva)

· Evaluasi pola makan harian

· Pemeriksaan laboratorium bila diperlukan, termasuk darah lengkap dan status mikronutrien

Dengan edukasi yang tepat dan pemantauan rutin, masalah gizi pada anak sebenarnya dapat dicegah sejak dini. Kesalahan nutrisi pada masa anak-anak tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga daya tahan tubuh dan produktivitas di masa depan.

“Nutrisi anak tidak boleh ditunda atau disepelekan. Apa yang masuk ke piring anak hari ini akan menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing di masa depan. Skrining gizi sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kesehatan anak, sama pentingnya dengan imunisasi,” tutup dr. Monique. *

0 Komentar