KBEONLINE.ID – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bergerak cepat menangani persoalan sosial pascabencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang beberapa pekan lalu. Salah satu fokus utama penanganan tersebut adalah percepatan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Penanganan rumah warga yang rusak harus segera dilakukan karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Bupati Aep, Selasa (27/1).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang langsung bergerak melakukan pendataan, survei teknis, serta memulai proses perbaikan rumah warga terdampak.
Baca Juga:Penanganan Banjir di Kabupaten Bekasi Masih Tahap IdentifikasiPro Kontra 7 Pemain Diaspora Bermain di BRI Super League, Antara Kenaikan Level dan Tantangan Regenerasi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Asep Hazar, memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran. Penanganan difokuskan pada rumah-rumah warga yang masuk kategori rusak berat dan darurat.
“Pak Bupati telah menginstruksikan kami untuk segera memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir dan cuaca ekstrem. Kami berupaya agar masyarakat tidak terlalu lama kehilangan tempat tinggal dan bisa segera kembali menempati rumahnya,” tuturnya.
Asep Hazar menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 25 unit rumah warga yang mengalami kerusakan dan masuk kategori darurat sehingga harus segera ditangani.
Ia menyebutkan, wilayah yang paling terdampak banjir dan cuaca ekstrem berada di Kecamatan Tirtajaya. Di wilayah tersebut, sedikitnya lima rumah warga dilaporkan roboh akibat terjangan banjir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan rumah warga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem kini sudah mulai dilakukan di lapangan.
“Kami sudah mulai melakukan tindakan di lapangan untuk pelaksanaan pembangunan agar masyarakat dapat segera kembali menempati rumahnya,” kata Asep Hazar.
Dinas PRKP memastikan pembangunan rumah akan diprioritaskan di wilayah dan zona rawan bencana. Selain itu, pihaknya menargetkan rumah-rumah tersebut dapat kembali ditempati oleh warga sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Baca Juga:Fakta Persib Usai Menang Lawan PSBS Biak: Berguinho Pecah Telur, Teja Clean Sheet, Laga Kandang Tanpa KalahGaji Rp3 Juta? Jangan Salah Langkah: Ini Strategi Investasi Paling Masuk Akal untuk Bertahan dan Naik Kelas
“Target kami, mudah-mudahan sebelum puasa atau sebelum Lebaran masyarakat sudah bisa menempati kembali rumahnya. Untuk kasus emergensi saat ini, 22 unit rumah yang sudah dilaporkan akan segera kami selesaikan,” tutupnya. (Siska)
