Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia 2026–2031

Rapat paripurna DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.
Rapat paripurna DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna DPR yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Persetujuan DPR menandai babak baru dalam perjalanan karier Thomas Djiwandono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Baca Juga:Noel Ebenezer Wanti-wanti Soal Persoalan Hukum, Purbaya: Biar SajaSeorang Balita Perempuan Diduga Terseret Arus Kali Cikarang Saat Bermain, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Ia ditunjuk untuk mengisi posisi deputi gubernur BI yang ditinggalkan Juda Agung setelah mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyampaikan bahwa penetapan Thomas dilakukan secara musyawarah mufakat setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.

“Rapat internal Komisi XI DPR tanggal 26 Januari 2026 memutuskan untuk menyetujui saudara Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk masa jabatan 2026–2031,” ujar Misbakhun dalam sidang paripurna dikutip dari YouTube Parlemen TV Selasa, (27/1/2026).

Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan putra sulung dari Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.

Soedradjad Djiwandono dikenal sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, sementara Biantiningsih adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, Thomas merupakan keponakan langsung Presiden RI.

Jejak keluarga Thomas juga kuat dalam sejarah ekonomi nasional. Dari garis ibu, ia merupakan cucu dari RM Margono Djojohadikusumo, tokoh pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).

Latar belakang ini membuat nama Thomas kerap dikaitkan dengan dunia kebijakan ekonomi dan keuangan sejak awal kariernya.

Baca Juga:Rekomendasi Alat Pelindung Diri Saat Evakuasi Banjir yang Bisa Dibeli OnlineResmi Gabung Persija Jakarta, Shayne Pattynama Akui Sempat Hubungi Sosok ini Sebelum Teken Kontrak

Thomas Djiwandono menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke jenjang magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC, dengan fokus hubungan internasional dan ekonomi internasional.

Karier profesionalnya justru dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah magang di Majalah Tempo pada 1993 dan bekerja sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly setahun kemudian.

Pengalaman ini membentuk pemahamannya terhadap isu ekonomi, politik, dan kebijakan publik dari sudut pandang media.

0 Komentar