KBEONLINE.ID – Kalau dengar kata kopi kecap, reaksi pertama kebanyakan orang pasti sama: kening naik, muka mikir, lalu nanya pelan, “Ini bercanda apa beneran?”
Tapi justru dari keanehan itulah tren ini lahir dan sekarang lagi ramai dibahas di media sosial.
Dari Dapur ke Gelas Kopi
Kecap manis yang selama ini identik dengan dapur—nempel sama nasi goreng, mie, atau sate—kini naik kelas ke dunia perkopian. Beberapa barista dan pecinta kopi iseng mencampurkan sedikit kecap manis ke dalam racikan kopi susu. Hasilnya? Eksperimen yang awalnya dianggap nyeleneh, malah bikin penasaran banyak orang.
Baca Juga:DITUNDA! Belum Ada Duit, Kemenag Belum Mampu Bayar Tunjangan Profesi Guru dan DosenRekomendasi Liburan Gratis di Karawang, Banyak Spot Kuliner Terbaik
Bukan kecap segelas penuh, tapi hanya beberapa tetes. Fungsinya bukan buat “ngasin”, melainkan menambah dimensi rasa.
Rasa yang Nggak Seseram Namanya
Begitu dicicip, banyak yang kaget. Rasanya nggak seaneh yang dibayangkan.
Pahit kopi tetap dominan, susu memberi tekstur creamy, sementara kecap manis menyumbang rasa manis-karamel dengan sentuhan umami tipis di bagian akhir.
Sebagian penikmat kopi menyebut rasanya mirip kopi gula aren, tapi lebih “dalam” dan “berisi”. Ada kesan hangat, legit, dan sedikit gurih yang bikin lidah berhenti sejenak sebelum menelan.
Coffee Shop Ikut Main Aman Tapi Berani
Melihat tren ini, beberapa coffee shop kreatif mulai berani memasukkan kopi kecap sebagai menu eksperimental. Biasanya disajikan dengan catatan khusus: “for adventurous drinkers only”.
Tujuannya jelas: bukan untuk semua orang, tapi untuk mereka yang suka eksplorasi rasa.
Barista pun menekankan, takaran kecap jadi kunci. Salah sedikit, bisa merusak keseluruhan rasa.
TikTok Jadi Panggung Utama
Baca Juga:Sempat Dirumorkan ke Persib Bandung, Maarten Paes Resmi Merapat ke Ajax AmsterdamThinkPad Tetap Jadi Andalan Pekerja Kantoran, Dikenal Tangguh dan Tahan Lama Bos!
Seperti tren aneh tapi menarik lainnya, TikTok jadi panggung utama kopi kecap. Video reaksi bermunculan: dari ekspresi jijik di awal, kaget di tengah, sampai anggukan pelan tanda “loh, enak juga”.
