KBEONLINE.ID, BEKASI – Bagi ratusan warga Perumahan Nebraska, Desa Sukamekar, banjir bukan lagi musibah tak terduga, melainkan siklus yang terus berulang.
Dalam sepekan, air setinggi hingga dua meter dua kali merendam rumah mereka, memaksa sekitar 400 kepala keluarga mengungsi hanya dengan pakaian di badan, sementara janji hunian bebas banjir kian terasa hampa.
Baru saja air surut, hujan kembali turun dan luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) kembali menerjang. Warga tak sempat memulihkan rumah, apalagi menyelamatkan harta benda.
Baca Juga:TMA Sungai Citarum Terus Naik, Warga di Himbau WaspadaHujan Deras Picu Banjir Susulan, Pemkab Karawang Siaga Penuh
Fokus utama mereka hanya satu: memastikan anak-anak dan lansia selamat. Masjid dan musala menjadi tempat pengungsian darurat, sementara rumah-rumah yang ditinggalkan perlahan terendam.
Ketua RW 02 Perumahan Nebraska Terrace, Doni, menyebut banjir kali ini merupakan yang kelima sejak warga mulai menempati kawasan tersebut. Padahal, saat awal pemasaran, perumahan ini dijanjikan bebas banjir. Kenyataan di lapangan justru berkata sebaliknya.
“Baru surut, banjir lagi. Dalam seminggu dua kali. Air sampai dua meter. Pagar jebol, tanggul di belakang tipis sekali,” kata Doni belum lama ini.
Sekitar 800 unit rumah terdampak. Sedikitnya 400 kepala keluarga terpaksa mengungsi secara mandiri, hanya membawa pakaian yang melekat di badan.
Bantuan dari pengembang mulai berdatangan, namun hingga banjir melanda untuk kedua kalinya dalam sepekan, warga mengaku belum merasakan kehadiran bantuan dari pemerintah.
Tak hanya cuaca ekstrem, warga menilai luapan Kali CBL menjadi faktor utama yang memperparah kondisi. Air sungai yang meninggi justru berbalik masuk ke kawasan permukiman. BPBD Kabupaten Bekasi yang sempat meninjau lokasi bahkan menyarankan pembangunan sodetan agar aliran air dari perumahan sekitar tidak seluruhnya bermuara ke Nebraska Terrace.
Namun bagi warga, solusi sementara tak lagi cukup. Mereka mendesak adanya penanganan teknis permanen, mulai dari penebalan tanggul, pendalaman sungai, hingga penataan aliran air secara menyeluruh. “Yang kami butuhkan bukan janji lagi. Kami mau banjir ini benar-benar selesai,” ujar Doni.
Baca Juga:Banjir Rendam 41 Desa di Bekasi, Sebanyak 37.879 Jiwa Terdampak, 6.027 MengungsiNyari Tempat Nyarap Murah di Karawang? Coba 3 Rekomendasi Ini Enak dan Murah untuk Kulineran Low Budget
Permasalahan banjir tersebut kemudian dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Prime Inti Development dan DPRD Kabupaten Bekasi, khususnya Komisi III pada Kamis (29/1/2026).
